FKUB Cianjur Dukung Kebijakan dan Fatwa Antisipasi Wabah Covid-19

Cianjur, Koranpelita.com

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendukung kebijakan Plt Bupati Cianjur dan fatwa Majelis Ulama baik di tingkat pusat maupun daerah dalam mengantisipasi penangkalan wabah Covid-19.

FKUB Kabupaten Cianjur, terdiri dari perwakilan agama Islam, Agama Kristen, Agama Katholik, Agama Hindu, Agama Buddha dan perwakilan Agama Konghucu yang diketuai oleh KH.Muchrodin.

Dukungan tersebut, terkait dalam bidang kesehatan, keagamaan, pendidikan kepariwisataan, perekonomian kegiatan – kegiatan yang mengundang banyak masa, penyemprotan desinfektan, dan lockdown bagi warga negara asing dan warga yang akan ke luar negeri.

Mendukung fatwa dan petunjuk ormas – ormas keagamaan tingkat pusat dalam hal ini MUI, DGI, PGI, KWI, PHDI, Walubi dan Matakin dalam penyelenggaraan ibadat dalam situasi terjadinya wabah corona yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.

Menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada kepada seluruh tenaga medis kesehatan dan semua pihak yang terkait dalam penanganan masalah ini.

Mengimbau masyarakat agar mendukung dan mematuhi program pemerintah tersebut dengan sebaik – baiknya, agar masyarakat menjaga kesehatan, menjaga jarak atau social distancing dan tidak bebpergian ke luar kota jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Senantiasa berdo’a dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita terhindar dari bahaya merebaknya wabah Covid-19.

Pernyatan ditandangani oleh KH.Drs. T. Djauharuddin Perwakilan Agama Islam, Pdt. Deru Utama Noron, S.Th, M.Min Perwakilan Agama Kristen, Romo Ignatius Widiaryoso, OFM Perwakilan Agama Katholik, I Nyoman Nuraga Perwakilan Agama Hindu, Suwita Gunawan, SH, MH Perwakilan Agama Buddha dan Mulyadinata Perwakilan Agama Konghucu.

Pernyataan diketahui dan disetujui Ketua FKUB Kabupaten Cianju, KH. Muchrodin. (Man Suparman)

About dwidjo -

Check Also

Terjadi Dobel Data Kasus Positif di Jateng Tertinggi Indonesia

Semarang,Koranpelita.com Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo sangat menyayangkan terjadinya kekeliruan dalam rilis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *