Gorontalo, Koranpelita.com
Masyarakat petani di Gorontalo merasa gembira karena sangat mudah dan cepat mengairi sawahnya.
Kondisi ini terjadi setelah ada Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2019, di sana.
Sebelum ada pembangunan jaringan irigasi, petsni butuh esktu satu hari untuk mengairi sawah satu hektar. Kini hanya membutuhkan waktu 1 jam.
“Program ini bertujuan untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur di desa. Pengerjaannya dilakukan oleh petani dan penduduk setempat dengan diberikan upah sehingga menambah penghasilan petani,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, kemarin.
Salah satu lokasi PKT di Gorontalo yakni di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. PKT berupa pekerjaan pembangunan saluran irigasi tersier sepanjamg 365 meter
Program PKT di Gorontalo sebanyak 200 desa tersebar di 5 kabupaten dan kota dengan anggaran Rp24,78 miliar.
Kepala Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Desa Hutabohu Muhammad Alinusi mengatakan para petani di lokasinya sangat terbantu untuk mendapatkan air setrlah ada PKT.
“Sebelumnya untuk mengairi lahan satu hektar itu bisa sampai satu hari, saat ini cuma membutuhkan waktu 1 jam,” ujarnya. (oto)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia