Bhatara Ibnu: Pemerintah Harus Menolak Ratifikasi BOP

Jakarta, Koranpelita.com

Democratic Judicial Reform (De Jure) menilai langkah Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BOP) dan menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama Amerika Serikat (AS) membuat konsekuensi berat bagi perekonomian nasional dan posisi pemerintah masih tetap sama meski sudah masuk BOP.

Bhatara Ibnu Reza, Direktur Eksekutif Democratic Judicial Reform (De Jure) dan Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Trisakti mengatakan, pemerintah disarankan untuk tidak merativikasi BOP karena masuknya Indonesia kedalam BOP tanpa dibicarakan terlebih dulu dengan rakyat.

“Pemerintah harus menolak ratifikasi BOP karena momennya cacat dan memunggungi perjanjian internasional serta hasil dari Konferensi Asia Afrika di Bandung. Masuknya Indonesia kedalam BOP, tidak lagi menunjukan politik Indonesia yang bebas aktif, melainkan politik yang berpihak. Posisi Trump saat ini sebenarnya ‘sendiri’ karena tidak semua negara Eropa mendukungnya, seperti Spanyol dan Perancis. Trump adalah gambaran imperialis baru AS,” ujar Bathara di Jakarta Jumat (24/4/2026).

DE Jure juga mengingatkan agar jangan sampai Indonesia dimanfaatkan oleh AS. Sebab dengan masuknya Indonesia kedalam BOP menunjukan keberpihakan Indonesia terhadap AS dan membuat negara-negara sahabat memberikan perlakuan yang berbeda terhadap Indonesia/Presiden Prabowo dari sebelumnya.

“Dengan masuknya Indonesia kedalam BOP sebenarnya Prabowo Subianto sebagai Presiden RI ingin meminta perhatian Trump. Tetapi sayangnya Indonesia tidak pada posisi sebagai decision maker  (pengambil keputusan)
meski Indonesia sudah berada didalam Dewan Keamanan PBB dan sering mengirimkan pasukan perdamaian,” jelasnya.

Akademisi Hukum dan Hubungan Internasional Universitas Trisakti ini juga menilai bahwa Rusia sesungguhnya mengetahui jika Indonesia sedang ‘bermain kartu’.

Kekhawatiran akan tarif pajak tinggi yang dikeluarkan AS kepada Indonesia menjadi salahsatu alasan kuat mengapa Indonesia bergabung kedalam BOP. Namun gejolak didalam negeri akan terus terjadi sebagai dampak dari masuknya Indonesia kedalam BOP. (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

BTN dan Indosat Jajaki Kolaborasi Layanan Keuangan Digital untuk Perluas Akses dan Percepat Inklusi Keuangan

Jakarta, Koranpelita.com PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) dan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca