Jakarta, Koranpelita.com
Puluhan pelajar tampak antusias mengikuti pelatihan produksi film yang diselenggarakan hasil Kerjasama Rumah Produksi Film “Kreasi Jingga Production” dengan Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNAS (4/5/2025) dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Kegiatan ini berlangsung di Aula SMKN 47 Jakarta dengan menghadirkan pembicara-pembicara ternama, antara lain RAY Dewi Kusuma yang merupakan Executive Produser Film “Lantai 4” (2022) dan juga CEO Kreasi Jingga Production, Umar Fauzi Bahanan Dosen Videografi FISIP UNAS, sekaligus Pemeran Hakim Budi pada Film “Keadilan – the Verdict” (2025), Bayu Pamungkas Surtadara Film “Doti: Tumbal Ilmu Hitam” (2025) dan “De Toeng: Misteri Ayunan Nenek” (2021), dan Erry Sofid adalah penulis Skenario Film “Hantu Jeruk Purut” (2006) dan “Malam Jumat Kliwon” (2007).
Siswi kelas 10 PSPT (Produksi dan Siaran Program Televisi) Clara Octaviana Wijaya mengaku bahagia dan puas dengan kegiatan ini, dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan sekolah guna menambah khasanah pengetahuan siswa tentang produksi Film.
“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Dewi, Bapak Erry, Bapak Bayu, dan Bapak Umar atas kehadiran serta kesediaan untuk berbagi ilmu dan pengalamannya.
Materi yang disampaikan sangat bermanfaat, jelas, dan mudah dipahami. Saya juga sangat berterima kasih karena pertanyaan yang saya ajukan dijawab dengan penjelasan yang runtut dan sederhana sehingga benar-benar dapat saya mengerti dengan baik dan memberikan saya pengelihatan yang lebih luas serta motivasi yang lebih kuat.
Untuk kedepannya, saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan secara berkelanjutan dengan tema yang lebih beragam sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas. Semoga ilmu dan inspirasi yang telah diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi kami kedepannya,” ungkap Clara Octaviana Wijaya yang karya tulisannya telah terbit di berbagai platform.
Kasubag Tata Usaha SMKN 47 Jakarta, Dinyatip, S.Kom, dalam sambutannya ketika membuka kegiatan ini mengatakan bahwa pihaknya sangat berterimakasih kepada sejumlah narasumber yang berkenan hadir memberikan ilmunya kepada siswa-siswi disekolahnya.
“Kegaiatan ini bagus untuk melatih siswa dalam produksi film, saya banyak belajar dari produksi film yang dilakukan siswa dalam menghadapi FLS3N 2026 cabang lomba Film dimana saya sebagai salah satu aktor di dalamnya, ternyata itu bukan lah hal yang mudah untuk berperan sebagai aktor, semoga dengan kegiatan ini pemahaman siswa terkait produksi film menjadi semakin kaya dan lengkap,” tambah Dinyatip, yang memiliki hobby baru sebagai aktor dalam film-film Festival dan Lomba.
Bayu Pamungkas Surtadara Film “Doti: Tumbal Ilmu Hitam” (2025) dan “De Toeng: Misteri Ayunan Nenek” (2021) mengatakan bahwa pihaknya bersyukur sekali mendapat kesempatan sebagai pembicara dalam kegiatan ini, sebab baginya dalam acara sejenis ini ia dapat berinteraksi dengan para penonton setia film tanah air yang sebagian besar adalah remaja.
“Saya berterima kasih telah diundang sebagai salah satu pembicara. Selain memberikan wawasan perfilman kepada para pelajar, ini bisa menjadi bagian sosialisasi dan kampanye film nasional agar semakin dicintaimasyarakat. Karena 60 persen penonton film nasional adalah usia remaja menurut data BPI (Badan Perfilman Indonesia). Ini juga bisa menjadi ajang interaksi antara sineas dengan penontonnya. Semoga acara seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar Bayu Pamungkas yang juga pernah beberapa kali menjadi narasumber acara bincang-bincang sinema filmmaker goes to school, sebuah program edukasi Kemendikbudristek RI yang menghadirkan sineas nasional ke sekolah-sekolah di berbagai kota di Indonesia.

Para peserta dan pembicara pelatihan produksi film yang diselenggarakan hasil Kerjasama Rumah Produksi Film “Kreasi Jingga Production” dengan Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNAS.(Foto/Dok/ UNAS).

Data dari Badan Perfilman Indonesia (BPI) menyatakan bahwa industri film Indonesia mengalami kebangkitan pesat, total penonton nasional terus melonjak signifikan setiap tahunnya, mencapai lebih dari 80 juta pada tahun 2025, ini menunjukkan dominasi film lokal di bioskop tanah air pasca-pandemi semakin diminati.
- Tren Penonton Tahunan (Total Nasional) menurut data BPI: 2025: >80,2 juta penonton.
- 2024: >80 juta penonton.
- 2023: 55 juta penonton.
- 2022: 54,07 juta penonton.
- 2021: 4,5 juta penonton.
- 2020: 19 juta penonton.
- 2019: 51,2 juta penonton
- Sementara yang menjadi Film Terlaris antara lain menurut data BPI (Update 2025-2026):
- Jumbo (2025): 10.233.002 penonton.
- KKN di Desa Penari (2022): 10.061.033 penonton.
- Agak Laen (2024): 9.126.979 penonton.
- Warkop DKI Reborn 1 (2016): 6.858.616 penonton.
- Pengabdi Setan 2 (2022): 6.390.970 penonton.
Pada kesempatan yang sama, Umar Fauzi Bahanan Dosen Videografi FISIP UNAS, menilai kegiatan seperti ini dapat mengembangkan kemampuan pelajar dalam produksi film serta sebagai ajang penggalian potensi dan bakat siswa, diamana kelak akan bermanfaat bagi peserta untuk berkancah di dunia film, baik di tanah air maupun di manca negara.
“Sekarang siswa pelajar punya banyak daya ukur terhadap bakat mereka, bukan hanya ilmu pengetahuan yang biasanya dilombakan di OSN (Olimpiade Sains Nasional) atau kebugaran, kesehatan dan ketangkasan di O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) tetapi terdapat juga daya ukur bakat keseniannya juga di FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) yang mana salah satu mata lombanya adalah Film Pendek, nah..agar kemampuan siswa dalam produksi Film semakin meningkat, maka kita selenggarakan pelatihan ini, ” pungkas Umar Fauzi Bahanan yang sempat menjadi Juri Film Pendek FLS3N sejak 2017 hingga 2025 di tingkat Kabupaten Kota dan Provinsi.
Rencananya kegaiataan ini akan dilakukan kembali pada bulan-bulan mendatang diantaranya di SMKN 1 Gunung Sindur Kabupaten Bogor, SMAN 10 Kota Depok, SMK Techno Media Kota Tangerang Selatan, SMAS Yadika 8 Kabupaten Bekasi, dan SMKN 3 Kota Bandung. (Vin)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia