Home / Jabotabek / Revolusi Belajar Ditengah Pandemi

Revolusi Belajar Ditengah Pandemi

Jakarta, Koranpelita.com

Berdasarkan surat keputusan SKB 4 Menteri sebagai dasar hukum untuk kembali membuka sekolah tatap muka sesuai peraturan bertahap dimulai dari tingkat SD ,SMP dan SMA dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan sekolah tersebut dalam wilayah zona hijau.

Pada Prateknya diawal masuk tahun ajaran baru 2020/2021, pada senen, (13/07/2020) ditemukan pelanggaran SKB tersebut terjadi dibeberapa kota.Tak pelak pendiri CMP (Cerdas Merah Putih) Ir.Mika Panjaitan merasa prihatin karena kencenderungan penyebaran Covid -19 mengalami peningkatan. Padahal Menteri Pendidkan dan Kebudayaan menyebut sebaiknya sekolah dibuka untuk anak-anak sampai desember 2020.

“Saat ini seluruh sekolah diperlukan/membuat management sekolah dimana guru bisa memberikan materi dari tempat manapun baik dari sekolah atau dirumah kepada siswa melalui online.Fungsi management sekolah adalah merubah sistem belajar dari offline ke online dengan format yang sama serta disediakan aplikasi yang mudah dan sederhana,'”ujar Mika Panjaitan selaku praktisi pendidikan kepada KORANPELITA.COM, di Jakarta, pada Jumat (17/07/2020).

Menurut Mika dengan sistem belajar online pihak sekolah harus membuat atau menyediakan aplikasi yang mudah dan sederhana.Dimana guru hanya menjalankan aplikasi yang sudah tersedia dengan benar seperti biasa mengajar.Artinya guru bisa mengajar dari manapun baik dari sekolah maupun dirumah sesuai jadwal dimana siswa belajar dirumah dengan tenang.

“Diharapkan pemerintah menggratiskan kuota internet untuk anak sekolah karena dinilai management sekolah sudah berjalan dengan baik dan sesuai rencana dan harapan,”urainya.

Saat ini tambah Mika kondisi sekarang sekolah bukan lagi new normal tapi sudah men jadi peradaban baru dimana sistem pendidikan kita mengalami perubahan yang luar biasa sehingga dalam mengawasi antara guru dan siswa lebih mudah dan sistematis.

“Poinnya adalah adanya perencanangan, controling dan membuat program selama satu tahun untuk dijalankan,”imbuhnya.

Disisi lain menurut Mika dalam peradaban baru ini guru-guru harus memperbaiki diri untuk menyiapkan dengan baik dan matang.Guru harus merdeka artinya guru harus disenangi oleh anak-anak sehingga dalam menyampaikan materi akan di sukai oleh murid, otomatis pelajarannya dengan sendirinya akan diterima siswa dengan menyenangkan.

“Dalam sistem online ini guru harus menyiapkan materi dengan sebaik-baiknya supaya waktunya sangat efesien dan efektif. Materi harus di rancang dan disiapkan dengan matang terpenting adalah kualitas materi bukanya banyaknya materi,”tegasnya.

Lebih lanjut Mika mengatakan dalam kondisi peradaban baru harus ada revolusi belajar artinya sekolah harus mapping terkait kecerdasan anak-anak.Baik kecerdasan kuantitatif, verbal maupun penalaran.

“Sekolah harus mengklasifikasi kecerdasan siswa, yang mempunyai kecerdasan kauntitatif diberikan mata pelajaran yang sifatnya kuantitatif, yang verbal berikan mata pelajaran yang sifatnya verbal juga yang punya kecerdasan penalaran berikan mata pelajaran bersifat penalaran.Hal ini untuk masa depan mereka,”urai Mika Panjaitan yang juga sebagai Direktur Utama Quantum Institute (Quin)

Dalam kondisi saat ini, Mika menyebut sebaiknya anak-a nak belajar dirumah dan management sekolah terus diperbaiki dan disempurnakan.

“Hal ini jauh lebih baik disamping mengurangi penyebaran Covid-19 pada anak-anak juga membiasakan diri untuk belajar melalui daring,”tandasnya.(s handoko)

About dwidjo -

Check Also

Pengurus MUI Baru, Bupati Bekasi Harapkan Sinergitas Meningkat

Bekasi,  koranpelita.com – Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja berharap agar MUI Kabupaten Bekasi dapat meningkatkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *