Bandung, Koranpelita.com
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengatakan potensi zakat di Indonesia yang bisa dikelola sangat besar, yang diprediksi mencapai Rp230 triliun dan dari potensi yang sangat besar tersebut baru 3,5 persen atau sekitar Rp8 triliun yang bisa dikelola.
“Itu artinya, masih sangat besar potensi zakat yang belum terkelola. Saya mendapat laporan bahwa dalam lima tahun terakhir pengumpulan zakat nasional kita tumbuh sekitar 24 persen. Hal itu dikatakan Wapres saat memberikan sambutan pada pertemuan tahunan dan konferensi internasional World Zakat Forum Tahun 2019, di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa.
Itu artinya, kata Wapres, masih sangat besar potensi zakat yang belum terkelola. Kemudian, berdasarkan laporan yang diterima oleh pihaknya diketahui bahwa dalam lima tahun terakhir pengumpulan zakat nasional tumbuh sekitar 24 persen.
“Meskipun telah bertumbuh cukup baik, tapi perlu untuk dilakukan terobosan agar lebih baik lagi, karena masih sangat jauh dari potensi zakat yang ada,” katanya.
Wapres mengatakan berbagai upaya perlu untuk terus dilakukan misalnya meningkatkan kesadaran masyarakat wajib zakat (muzzaki) dengan cara-cara yang lebih baik.
Kemudian penggunaan teknologi informasi berbasis digital dalam pengelolaan zakat, sehingga menumbuhkan kepercayaan yang semakin tinggi dari muzakki.
“Juga dapat menggunakan event-event tertentu yang cukup popular untuk menyampaikan pesan mengenai zakat,” katanya.
Menurut dia selama ini tata kelola pengumpulan, pengelolaan, dan penyaluran zakat yang dilakukan oleh badan amil zakat dan lembaga amil zakat sudah cukup baik.
Sementara itu, BAZNAS Kota Bekasi mengikuti konferensi internasional dengan mengirim dua orang utusan, yakni Drs H Norkhakim dan H. Bahrun.
Ketua Baznas Kota Bekasi Drs H Paray Said, MM, MBA mengatakan pihaknya menyambut baik konferensi internasional zakat tersebut. Diharapkan, dengan konferensi tersebut akan memberikan pengetahuan baru terhadap pemenfaatan teknologi dalam pengelolaan zakat.(Kim)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia