Jakarta, Koranpelita.com
TNI AL terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dengan melaksanakan uji coba perdana bus listrik di lingkungan TNI yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bertempat di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/04).
Program strategis ini menempatkan TNI AL sebagai pelopor transformasi mobilitas hijau di kalangan institusi militer Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi langsung terhadap ketahanan energi nasional, pengurangan ketergantungan BBM impor, dan pencapaian target Net Zero Emission 2060. Hal ini merupakan wujud nyata kontribusi TNI AL dalam percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik sekaligus bagian dari upaya transisi menuju energi bersih di lingkungan militer. Selain sebagai modernisasi sarana pendukung, penggunaan bus listrik ini juga mencerminkan sistem kerja yang lebih efisien dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Bus listrik berkapasitas 33 kursi dengan tipe heavy duty, berbobot 15,2 ton, serta menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 255 kWh dengan kecepatan maksimal 100 km/jam tersebut, telah melalui serangkaian uji ekstrem meliputi getaran, kejut mekanis, perendaman air, api eksternal, hingga arus lebih. Bus ini juga dilengkapi fitur keselamatan seperti Main Power Cut Off Switch, pemadam APAR otomatis di ruang baterai/kontrol, dan deteksi asap serta GPS tracking, battery monitoring, dan CCTV 12 kamera.
Dihadapan awak media, Kasal mengungkapkan bahwa penggunaan bus listrik untuk angkutan personel TNI AL, khususnya yang berdomisili di kompleks perumahan yang relatif jauh dari satuan kerja, sangat bermanfaat. Selain meningkatkan efisiensi mobilitas prajurit, penggunaan bus listrik ini juga berkontribusi dalam mengurangi polusi udara di wilayah Jakarta.
Kasal juga menyampaikan bahwa selain bus listrik, TNI AL secara bertahap mulai menerapkan penggunaan kendaraan dinas listrik bagi para pejabat utama serta personel di lingkungan TNI AL, yang bukan sekadar modernisasi alutsista dan sarana pendukung, namun juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
“Kedepan, penggunaan kendaraan listrik akan terus ditingkatkan dan diperluas tidak hanya di Jakarta tetapi juga di Kotama TNI AL lainnya di seluruh Indonesia. Dengan pemanfaatan bus listrik, mobil listrik, dan kendaraan hybrid diharapkan mampu menghemat penggunaan bahan bakar hingga sekitar 50 persen serta menjadi bagian dari transformasi menuju sistem kerja yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” tegas Kasal.
Pengadaan bus listrik di lingkungan TNI AL sejalan dengan kebijakan Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto dalam pidatonya beberapa waktu lalu yang yang mendorong transisi bertahap ke energi listrik, dengan target penghematan BBM hingga 200.000 barel per hari atau sekitar 20 persen serta produksi 100 gigawatt guna mengurangi ketergantungan impor BBM.(ay)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia