KaSI Dorong Penyintas Stroke Lebih Sehat Melalui Fun Day di Car Free Day Jakarta

Jakarta,Koranpelita.com

Ada yang unik tatkala komunitas penyintas stroke bernama KaSI atau Kawan Stroke Indonesia menggelar kegiatan Fun Day saat Car Free Day pada Minggu (12/4/2026), sejak pukul 07.00.

“Kami ingin memperkenalkan komunitas KaSI kepada banyak warga masyarakat,” kata penasihat KaSI, Phillips Gunawan. Fun Day berlangsung di pelataran gedung Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Phillips yang juga penyintas stroke ini sebelumnya adalah salah satu dari jajaran direksi (BoD) perusahaan farmasi dan housewhole PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC).

Tentu saja, Phillips tak bekerja sendirian. Bersama istrinya, Maria S Rosa Sinta, Phillips bahu-membahu mengelola KaSI.

“Fun Day ini acara santai yang akan dihadiri oleh sekitar 100 hingga 150 orang penyintas stroke dari Jakarta dan sekitarnya,” kata Phillips sembari menyebut dukungan untuk Fun Day ini dari Kak Nunuk, seorang penghibur dan pemerhati dunia anak, Kak Seto.

Phillips lalu menjelaskan bahwa KaSi sudah berdiri sejak 2023.”Tapi, legalitas KaSI baru berusia satu tahun,” ucap Philips.

Masyarakat banyak bisa mengikuti beragam kegiatan KaSI melalui website atau laman strokeindonesia.org .

World Stroke Day setiap akhir Oktober adalah kegiatan KaSI yang terus dilakukan.

Anggota Kasi saat kegiatan Fun Daya KaSI Peran pendamping penyintas stroke (care giver) penting dalam kegiatan sehari hari penyitas stroke. (foto: Dok KaSI)

Pada 2025, KaSI menyelenggarakan World Stroke Day di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. “Hadir sekitar 500 orang penyintas stroke dari Jakarta, Bogor, dan sekitarnya pada World Stroke Day waktu itu,” ujar Phillips Gunawan.

Robot Picobot

Pada kesempatan Fun Day KaSI, pihak sponsor Telkom University juga memperagakan hasil riset berupa robot fisioterapi. “Namanya Picobot,” kata Dosen Teknik Elektronika Telkom University Dimas Adi Putra.

Secara ringkas, Picobot yang terpasang pada kedua kaki penderita stroke akan menjadi alat bantu untuk fisioterapi berjalan.

Dimas pun menyebutkan, harga Picobot per unit mencapai Rp 150 juta. “Kami mengupayakan agar para penyintas stroke bisa memanfaatkan Picobot di rumah-rumah sakit dengan tarif Rp 150.000 per jam,” ucap Dimas Adi Putra.

Picobot adalah penelitian Telkom University yang bekerja sama dengan Kenzie Teknopedis dan BRIN.

Kisah Deden tentang KaSI

Ini kisah penyintas stroke bernama Tigor Deden Manurung yang tiga bulan lalu bergabung dengan KaSI. “Sejak bergabung dengan KaSI, saya merasakan ada banyak kegiatan yang bisa saya ikuti,” ucapnya.

Ia membeberkan, komunitas KaSI punya banyak kegiatan berkumpul.

Tak hanya itu, Deden merasakan manfaat karena di KaSI, ada kegiatan berhubungan dengan kesehatan para penyintas stroke. “Sifatnya pun gratis,” kata Deden.

Kegiatan gratis KaSI antara lain terapi akupuntur, fisioterapi, dan cek kesehatan.

Uniknya, komunitas KaSI mempunyai pelatihan kemandirian bagi survivor stroke. “Kemandirian ini penting. Paling tidak, bagi para penyintas stroke itu sendiri, ” imbuh Deden.

Deden pun menyebutkan, ke depan, KaSI tetap setia pada pelayanan bagi para penyintas stroke. “KaSI menjadi wadah bagi penyintas stroke bergabung dalam sebuah komunitas,” ucap Deden.

Melalui KaSI, lanjut Deden, penyintas stroke bisa makin sehat, mandiri, dan percaya diri. (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Wujudkan Mimpi Anak Indonesia, Biskuat hadirkan Sekolah Bola Eksklusif Bersama Manchester United Soccer School

Jakarta, Koranpelita.com Sebagai generasi penerus bangsa, pengembangan potensi anak sangatlah penting, mengingat berbagai tantangan global …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca