Dua Bendungan dan Pompa Sentiong Belum Mampu Tuntaskan Banjir di Jakarta

Jakarta, Koranpelita.com

Setiap hujan lebat sejumlah wilayah di DKI Jakarta sering dilanda banjir. Penyebabnya diantaranya kurangnya resapan air dan banyak warga membuang sampah sembarangan. Bahkan sejumlah lembaga menilai sistem drainase di Ibukota Jakarta kurang baik.

Apalagi, wilayah Jakarta Utara, sering terjadi air laut pasang dan air laut membanjiri wilayah ini. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), membangun Pompa Air Sentiong dan membangun Bendungan Sukamahi dan Ciawi.

Meski demikian, tiga proyek itu tidak akan menyelesaikan banjir secara tuntas. “Insyaallah, bisa mengurangi risiko banjir,” kata Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja, Kepada wartawan, kemarin.

Didampingi Kabiro Puskompu, Krisno Yuwono, dersama staf dan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Endra, berharap pihak Pemprov DKI Jakarta, memberikan dukungan sejumlah proyek lain dalam meminimalisir risiko banjir.”Kita sudah kordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta, dalam menangani banjir maupun langkah lainnya,” jelasnya.

Pembangunan pisik Pompa Sentiong di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, baru mencapai di bawah lima persen dan ditarget tahun 2022 bisa selesai.,

Memyinggung soal Pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi, di wilayah Bogor, juga bertujuan mengurangi banjir ibukota. Selain itu juga dilakukan normalisasi Kali Ciliwung, sepanjang 16 Km.”Metode pengendalian banjir Pompa Sentiong dilakukan dengan memompa air Kali Sentiong ketika elevasinya tinggi dan mengalirkannya kembali ke Teluk Jakarta. Setidaknya tiga kecamatan terantisipasi soal banjir,” imbuhnya.

Diperoleh keterangan bahwa
jika Pompa Sentiong, Bendungan Sukamahi, dan Bendungan Ciawi berfungsi, Ibukota Jakarta masih akan tergenang air karena kapasitas infrasturktur pereduksi air banjir hanya mencapai 277 lpd, Sedangkan prediksi debit air banjir di DKI Jakarta mencapai 365 lpd.

Artinya, saran Endra, pemangku kepentingan masih harus membuat infrastruktur pereduksi banjir dengan kapasitas sekitar 87,78 lpd. “Pembangunan yg kita laksanakan senantiasa memperhatikan lingkungan, dengan baik,’ tambahnya.(oto)

About redaksi

Check Also

Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Jakarta, Koranpelita.com Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran BUMD untuk terus memacu daya saing …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca