NKS Menulis Covid-3: Saat Tengah Malam Memasuki Ambulan…

Saya senang. Alhamdulillah. Setelah delapan hari sejak dierahkan pada para pejuang penanganan Covid 19, tubuh sudah bergajih. Menggembul. Termasuk brengos dan jenggot yang kalau tidak dicukur, mulai berhias warna keperakan.

Alhamdulillah juga, tulisan ini dinanti. Berarti, dua tulisan sebelumnya, dibaca Sedulur NKS. Jadi hari ini, saya menulis lagi, sambil nunggu swab, pemeriksaan darah, serta rongsen (ini bahasa ndesonya rontgen). Tak ada salahnya sambil mengisi waktu selama masa pengobatan dan isolasi.

Jadi, delapan hari lalu, saat sudah di rumah sakit, saya mencoba mencari tahu langkah setelah observasi melalui hasil tes darah dan hasil rontgen. Dokter yang bertugas menjelaskan bahwa penanganan pasien tergantung dari hasil kedua tes tersebut. Jika hanya terindikasi ringan saja, maka akan ditempatkan di sebuah gedung khusus untuk isolasi mandiri.

Sementara itu, bagi yang perlu perawatan lebih intensif, pasien covid akan dipindahkan ke RSPP Extention Simprug. Jarak dari RSPP Pusat ke RSPP Extention Simprug sekitar 2,7 km. Sudah barang tentu pemindahan ini menggunakan mobil ambulan.

Ternyata, saya dan istri termasuk di dalam golongan orang-orang yang mesti dipindahkan. Saya, dari hasil rontgen terindikasi ada bercak tipis terlihat di paru-paru, sementara istri sepertinya karena CT value yang rendah dan entah hasil tes darah yang seperti apa saya kurang paham.

Saat itu, sudah jam 11 malam, harinya masih Kamis. Dalam penanggalan Jawa, hari-pasarannya, Kamis Legi. Hari baik. Tapi tradisi Jawa menghitung, setelah gelap, sudah masuk hari berikutnya, jadi jam 11 malam itu, sudah berada pada Jumat Pahing.

Bismillah. Jumat Pahing, menjelang tengah malam, saya baru diminta memasuki ambulan. Langsung hati tratapan, deg-degan, karena ini pengalaman yang mendebarkan. Ternyata, di dalam ambulan, sudah ada empat pasien lelaki lain. Saya sendiri, karena istri masih menunggu gigliran dijemput ambulan lain, sesuai kesiapan tempat perawatan.

Tidak ada penerangan di dalam ambulan, namun saya tahu kondisi pasien yang berbeda-beda. Ada yang memprihatinkan dengan dibaringkan di atas tandu ambulan, ada yang terus membawa infus, ada pula anak muda yang terlihat agak lemas.

Setelah semuanya siap, sopir ambulan dan satu petugas mengantar kami ke RSPP Extention Simprug. Perjalanan hampir tengah malam itu, akan menempuh jarak yang tidak terlalu jauh. Ambulan seperti tidak diburu waktu, sehingga memacu kecepatan maksimum.

Setelah 10 menit sampailah di tempat tujuan.  Begitu turun dari ambulan dan masuk ke RSPP Extention Modular Simprug, agak deg-degan juga. Kami langsung dibawa di ruang IGD untuk dicek, disiapkan obat, dan dipasang infuse. Ada enam dokter muda duduk di tengah ruangan lengkap dengan pakaian APD. Ruangan IGD begitu bersih, terang, dan canggih. Meski masih deg-degan, saya meletakan pengharapan pada kebersihan, kecanggihan, serta kemampuan dokter-dokter muda itu.

Selanjutnya, masing-masing pasien diminta menempati tempat tidur yang tersedia. Saya langsung ditangani dengan segera memberi obat yang sepertinya telah disiapkan dari RSPP Pusat. Lalu, saya diinfus dan diberi suntikan. Katanya, suntikan pengencer darah serta entah obat apa lagi saya belum bisa menanyakan lebih teliti.

https://koranpelita.com/2021/04/17/karena-nks-itu-ngrasake-korona-sedelo/

Selesai. Saya diantar perawat menuju kamar perawatan yang berada di wing 2. Sambil berjalan saya menanyakan tentang RSPP Extention Simprug ini. Mungkin karena saya yang kurang update, sehingga tidak tahu informasi mengenai RSPP Extention Simprug ini.

Perawat itu menceritakan bahwa tahun-tahun sebelum pandemi di lokasi berdirinya RSPP Extention Simprug ini ia sering bermain bola. Namun, di sekitar bulan Juni 2020 lapangan bola ini disulap menjadi rumah sakit khusus penanganan covid-19. Ia pun bercerita bahwa pembangunannya   sangat singkat sekitar satu bulan saja.

Meskipun pembangunannya semipermanen dengan cara sangat cepat, namun ternyata RSPP Extention Simprug memiliki berbagai fasilitas kesehatan lengkap. RSPP Extention modular ini dilengkapi adanya instalasi Hemodialisa yang dapat mempermudah penanganan pasien Covid-19 yang juga membutuhkan penanganan cuci darah. Tak hanya itu, ada pula ruang bersalin jika ada ibu hamil positif Covid-19 mau melahirkan.

Melihat semua fasilitas itu, tak salah jika rekan dan atasan menyarankan saya untuk dirawat ke RSPP Extention Simprug. Tak ada hal lain kecuali terimakasih untuk hal ini. Dari staf khusus Menkes saat tahu saya dirawat di sana, beliau menginfokan bahwa ini, rumah sakit sakit terbaik penanganan covid.

Perjalanan terlampau singkat, menuju ruang perawatan. Jadi, belum banyak cerita yang saya dengar. Saat saya sampai di kamar perawatan, sudah ada dua bapak-bapak yang terlihat punya kesulitan untuk tidur. Saya menyapa sekejap untuk saling kenal. Pak Iwan dan Pak Oji adalah warga Sawangan Depok adalah kakak beradik yang sudah sepuluh hari dirawat.

https://koranpelita.com/2021/04/18/nks-menulis-covid-2-pengalaman-pelanggan/

Setelah itu, kami terdiam. Barangkali dua bapak dari Sawangan itu, sedang berkonsentrasi tidur. Saya juga, tapi isi kepala malah penuh berbagai hal. Saat saya berusaha mengosongkan isi kepala, pintu kamar dibuka. Satu pasien lagi masuk. Saya tahu, pasein ini yang tadi satu ambulan dengan saya. Ia agak parah karena memiliki riwayat diabetes dan mesti dipasang oksigen.

Saya sempatkan cek posisi istri dan mendapat berita bahwa sekitar pukul 00.00 wib telah dibawa ambulan. Dengan prosedur yang sama, akhirnya pada pukul 02.00 wib istri mendapat kamar perawatan yang bersebelahan dengan kamar perawatan yang saya tempati bersama tiga pasien perempuan. Hati saya tenang. Tapi lelah, telah mengantar saya  ke kepulasan. Tidur nyenyak, tanpa sempat bermimpi.

Terus ikuti kisah NKS (Ngelawan Korona, Semangat)

Salam sehat, Simprug, 23 April 2021

About NKS

Check Also

Polda Jateng Tangkap MI, Terduga Provokator Tolak PPKM Darurat di Brebes.

Brebes,koranpelita.com Polisi tangkap seorang pria berinisial MI alias I (27) warga Losari Kabupaten Brebes, yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *