UI Giat Memotivasi Difabel Untuk Terus Bisa Berkualitas

Jakarta, Koranpelita.com

Masyarakat luas masih banyak yang belum mengakui kemampuan kaum difabel. Padahal perkembangan jaman dan teknologi memberikan banyak peluang dan kemampuan kaum difabel, terlebih kaum difabel milenial, mempunyai kemampuan yang sama dengan milenial lainnya.

Demikian diutarakan Risyad Sadzikri salah seorang peserta ZoomTAlk , “Kita bisa berkualitas,” saat menjadi pembicara dalam. Para peserta lain juga mengakui hal tersebut. Zoomtalk ini diikuti oleh sekitar 100 peserta berlangsung mulai pukul 2 siang, 12/12/20.

Hal serupa itu menurut Yuni R Intarti, M.Si, dosen Hubungan Internasional FISIP UI yang juga salah seorang Ketua Tim pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat Universitas Indonesia, tidak lagi tepat karenanya harus dibuktikan dengan upaya sungguh-sungguh nyata memotivasi mereka menjadi kaum yang berkemampuan setara dengan yang lainnya.

“Bahkan menggusur anggapan masyarakat tersebut,” tutur Yuni menambahkan.

. “Untuk itu melalui Kita Project diberikan pelatihan desain grafis bagi kaum difabel sehingga mereka dapat mengembangkan keahlian dan bakat dalam bidang berbagai bidang yang relevan,” jelas Yuni.

KITA Project merupakan sebuah proyek pengabdian masyarakat yang didanai oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayan Masyarakat Universitas Indonesia dan diselenggarakan atas kerja sama antara Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, Divisi Sosial-Masyarakat Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HMHI) FISIP UI, dan Abilitas.ID sebagai bagian dari Program Pengabdian Masyarakat UI Skema “Aksi UI Untuk Negeri” dalam bentuk Edukasi Ramah Anak dengan Ketua Tim Pengabdi Dra. Nurul Isnaeni, Ph.D dan dosen pendamping lainnya Yuni R. Intarti, M.Si.

“Fokus utama dari KITA Project adalah memberikan pelatihan desain grafis bagi kaum difabel sehingga mereka dapat mengembangkan keahlian dan bakat dalam bidang kesenian. Sebagai acara penutup, pada tanggal 12 Desember 2020 KITA Project mengadakan acara puncak berupa talkshow yang melibatkan beberapa pembicara yang memiliki perhatian khusus pada desain grafis dan isu difabel.” jelas Nurul Isnaeni, Ketua Tim dan dosen pendamping.

Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber yakni Dennis Pardede, seorang Desainer Grafis di PT MNC Sky Vision Tbk, Bagja Prawira sebagai CMO dan Co-Founder Silang.id, dan Hastu Wijayasri sebagai Founder dari Diffabel Academy.

Para narasumber yang dihadirkan merupakan para aktivis dan teman difabel yang memperjuangkan mimpi dan keterampilan teman-teman difabel lainnya. Hal ini sesuai dengan tema utama seminar ini yakni: “Tetapkan Langkah, Tentukan Arah: Kita Bisa Berkualitas untuk Indonesia”. Melalui tema tersebut diharapakan dapat memotivasi dan mengisnpirasi teman-teman yang hadir untuk berani melawan keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam meraih mimpi mereka.

Tidak hanya itu, dalam acara ini KITA Project juga menampilkan karya-karya partisipan pelatihan desain grafis yang telah diselenggarakan selama 3 bulan. Di samping itu, KITA Project juga memamerkan desain-desain terbaik yang telah diaplikasikan dalam bentuk produk seperti buku harian, kaus kaki, dan baju.

Diharapkan, pameran ini dapat meningkatkan rasa percaya diri para partisipan dalam berkarya. Selain itu juga diharapkan dapat menarik minat dari hadirin lainnya dalam menggunakan jasa desain grafis para siswa atau membeli hasil produksi dari karya siswa.

Hal ini juga untuk melengkapi salah satu tujuan pelatihan dari KITA Project, yakni mendukung pemberdayaan dan melatih teman-teman difabel untuk bekerja secara profesional. (R)

About redaksi

Check Also

Presiden Prabowo Lakukan Grounbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional di Cilacap 

– Lokasi Proyek Hilirisasi Nasional Ungkit Perekonomian Daerah CILACAP, KORANPELITA.Com-Presiden Prabowo Subianto melaksanakan peletakan batu pertama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca