Kisah Seorang Single Mom di Bali, Berjuang Ditengah Pandemi Covid-19

MENGHADAPI kenyataan putra pertama dan keduanya terkena PHK akibat pandemi, alih-alih putus asa, Ibu Anggariasih Maro, single mom di Bali ini justru tidak mau menyerah begitu saja dengan keadaan.

Dia membantu kedua putranya membuka usaha makanan ringan berbahan dasar ikan teri berbumbu khas Bali, kemudian diolah hingga hasilnya berupa cemilan krispi dan gurih. Makanan ringan ini dijual secara online dan dipasarkan ke seluruh Indonesia.

Untuk mengembangkan usahanya, Ibu Angga dan kedua putranya mengikuti pelatihan yang diadakan Dinas Koperasi Provinsi Bali serta mengikuti pameran UMKM yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Bali. Bahkan ijin usaha pun telah dikantongi oleh Ibu Angga untuk usahanya ini.

Hasil kerja kerasnya berbuah manis. Meski usahanya baru dimulai bulan Juli 2020, namun produksinya yang mengusung brand “Andre Piscess Snack”, kini sudah merambah hingga ke Malaysia. Account youtube “Palugada” sempat meliput camilan unik ini sewaktu Ibu Angga mengikuti bazaar di hotel Ina Gand Bali Beach Sanur. Si empu account tak segan-segan memborong produknya dan membawanya ke negeri jiran.

Dilain kesempatan, pada momen bazaar menjelang Galungan bulan September lalu di lapangan Renon, Wakil Gubernur Bali, Bapak Tjokorda Ardana Sukawati (Tjok Ace) menyempatkan diri singgah di meja Ibu Angga dan mencicipi penganan gurih produksinya itu!

Kisah inspiratif Ibu Anga ditengah pandemi tersebut diangkat dalam buku berjudul “Dero Fish Chips Taste Mackarel”. Buku ini baru saja diluncurkan pada Kamis, 29 Oktober, 2020 melalui zoom meeting.

Ibu Angga menuliskan langsung kisahnya setelah mengikuti pelatihan kepenulisan yang diadakan Tiga Sekawan Footprint pada bulan September lalu. Buku ini diterbitkan berupa ebook, ditulis dalam 2 bahasa : Indonesia dan Inggris. Diterbitkan oleh Smashword, buku ini telah memiliki ISBN dan beredar secara internasional.

Selain memiliki usaha UMKM, Ibu Angga yang sudah berusia 61 tahun ini, adalah seorang pendidik di Yayasan Kalam Bali dan penggiat sosial melalui FPPI (Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia) sebagai Sekertaris di DPD Bali. Bergelar master dibidang pendidikan, Ibu Angga juga gemar menulis dan beberapa tulisannya pernah dipublikasikan di berbagai majalah dan koran nasional.

Pada peluncuran buku “Dero Fish Chips Taste Mackarel”, dihadiri pula oleh Ibu Linda Poernomo, ex presenter TVRI yang kini menjadi Direktur Pasca Sarjana Universitas Sahid. “Buku ini sangat insipiratif terutama bagi kaum perempuan.

Dimasa pandemi ini kita tidak seharusnya terpuruk oleh keadaan. Kelebihan yang kita miliki sebaiknya dibagikan kepada masyarakat luas agar bisa menginspirasi dan memotivasi. Menulis juga merupakan karya yang menjadi warisan bagi generasi muda,” demikian sambutan Linda dalam kesempatan ini.

Hadir pula dalam acara ini : Ibu Putu Eka (Ketua DPD FPPI Bali), Bapak Made Katon (Ketua Yayasan Kalam Bali), Bapak Silain Widyawan (Ketua Perpustakaan Provisni Bali), Ibu Mien Muntoro (anggota DPR RI), Bapak Albiner (Ketua Perpustakaan Provinsi KalBar). Pada dasarnya mereka berpendapat bahwa buku ini sangat inspiratif dan mengajarkan pembaca untuk tidak menyerah pada keadaan, terutama pada saat pandemic COVID-19.

“Menulis merupakan keterpanggilan sosial untuk bisa menjawab persoalan-persoalan yang sedang dihadapi mayoritas masyarakat,” mengutip pendapat Ibu Mien Muntoro.

Undangan yang hadir juga berharap agar buku ini dapat dipetik manfaatnya dan dijadikan pelajaran buat generasi muda.

Dalam peluncuran buku ini ada dua buku lainnya yang juga diluncurkan, yaitu buku berjudul “Urban Farming in NTB” karya Ibu Nurul Utami dan “Petani Penopang Tatanan Tanah Air” karya Bapak Fetrus Anyim. Keduanya juga sebelumnya mengikuti kelas menulis yang diadakan oleh Tiga Sekawan Footprint.

Semoga kedepannya gagasan inspiratif tidak hanya terhenti hingga dalam diri sendiri tapi juga dapat bermanfaat untuk masyarakat luas melalui karya tulisan. (D)

 

About dwidjo -

Check Also

Politisasi Kedatangan Habib Riziq

Oleh: Dr. H. Joni,SH.MH *Penulis, Notaris tinggal di Sampit. Mengagumkan Kedatangan Habib Riziq setelah sekItar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *