JPU Rapit Tes, Sidang Kasus Mark Up  Harga Tanah di PN Jakpus Ditunda 

Jakarta, koranpelita.com

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menunda sidang perkara No. 759/Pid.B/2020/PN.Jkt.Pst terkait kasus mark up harga tanah dengan terdakwa J. Sidang yang rencananya dilaksanakan, Senin (14/9) mengagendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Guntur Adi N, SH.

Alasan penundaan sidang ini karena JPU Guntur menjalani rapit tes Covid-19. Terdakwa J didakwa melakukan mark up harga tanah serta memasukan data dalam akte otentik, pemalsuan surat surat. Sidang akan dilanjutkan pekan depan, Senin (21/9).

Terdakwa J ditangkap Polres Jakarta Pusat berdasarkan Laporan Polisi Nomor : 7846/XII/2019/PMJ/Dit Reskrimum, Tanggal 03 Desember 2019, yang dilaporkan pemilik PT Jakarta Medika, Prof Dr Lucky Aziza, yang merasa dibohongi atas harga tanah yang dibelinya.

 

Dalam sidang terdahulu dipimpin Hakim Tuty Haryati, SH, MH dengan Hakim Anggota Yusuf Pranowo, SH,MH dan Bambang Nurcahyono SH, M.Hum, terdakwa J mengakui mengetik ulang akta pengikatan untuk jual beli yang dibuat oleh Notaris Arfiana PurbohadI, S.H. Surat itu belum ada nomor dan yang sudah ditandatangani oleh para pihak penjual dan saksi-saksi.

Harga obyek tanah Sertipikat Hak Milik No. 525/Cisarua tersebut disepakati Rp. 1, 1 juta per meter sehingga harga keseluruhan sebesar Rp. 792.000.000. Tetapi draft PUJB diketik ulang oleh J atas perintah F, menjadi harga Rp. 2 juta ,-/ meter, total sebesar Rp. 1.440.000.000.

Harga inilah yang dibayar oleh dokter lucky melalui tiga cek tersebut di atas. Cek itu oleh J dicairkan atas perintah Fikri Salim tanpa sepengetahuan Prof. Lucky lalu ditransfer ke penjual sebagian atas nama anak penjual.

Total yang ditransfer atas nama penjual bukan Rp 792.000.000 tetapi sebesar Rp 809.000.000 sehingga ada kelebihan Rp 17.000.000. Dari sel tahanan Polres Jakarta Pusat melalui virtual terdakwa J mengaku menyesal melakukan perbuatan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan.

Sidang pembacaan tuntutan terdakwa J ditunda karena kantor Kejari Jakarta Pusat melakukan rapid testy untuk seluruh jaksa. Termasuk untuk Guntur Adi N, SH yang merupakan Jaksa dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.(Tom)

About dwidjo -

Check Also

Satu Lagi Pejabat Jadi Tersangka Dugaan Suap Proyek PUPR Lamsel

Kalianda, Koranpelita.com KPK RI kembali menetapkan tersangka baru, pada korupsi APBD Pemkab  Lampung Selatan, tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *