Home / Ekonomi / Calon Penumpang KRL Rangkasbitung Kesal

Calon Penumpang KRL Rangkasbitung Kesal

Rangkasbitung, Koranpelita.com

Sungguh sangat memprihatinkan. Ribuan calon penumpang antre hingga 500 meter di Stasiun Rangkasbitung, Banten, Minggu (2/8). Mereka hendak pulang naik KRL menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta.

Ribuan calon penumpang yang antre itu diduga mudik karena saat Lebaran Idhul Fitri lalu, tidak bisa pulang kampung.
Antrean terjadi karena pihak PT Kereta Api Indonesia, tetap memberlakukan PSBB dengan membatasi jumlah penumpang setiap gerbong.
Panjangnya antrean menyebabkan ratusan penumpang menunda menuju Jakarta. Maklum PT KAI hanya mengoperasikan kereta terakhir pukul 18.30 WIB.

Hingga pukul 17.00 WIB, suasana di sekitar Stasiun Rangkasbitung, masih dipadati calon penumpang. Selain ribuan calon penumpang yang antre hingga jalan raya, ratusan penumpang lain sudah berdert menunggu kereta .
Sedangkan kereta yang ada akan diberangkatkan pukul 17.30 WIB.
Maksudnya hanya tersisa l dua kereta lagi yang akan diberangkatkan menuju Stasiun Tanah Abang.

Jika rangkaian gerbong hanya tersedia sepuluh unit berarti hanya akan mengangkuta 740 penumpamg. sebab satubgetbong dibatasi untuk 74 penumpang.

Suasana riuh pun terjadi ketika sejumlah petugas menyampaikan dengan membawa speaker bahwa pemberangkatan  kereta dari Stasiun Rangkas dibatasi dua kebetangkatan lagi dan hanya sampai pukul 18.30 WIB.
“Masyarakat pulang kampung liburan saat lebaran haji ini.Antrean terjadi sejak pukul 14.00WIB,” kata Payumi, petugas Stasiun Rangkasbitung, kemarin petang.

Menyadari kondisi ini, ratusan calon penumpang pulang dengan wajah lesu dan kecewa. “Rumah saya jauh di Pandeglang ya terpaksa nginap di stasiun karena tadi capek antre hampir tiga jam,” kata Asep S, warga Mengger, Pandeglang, tampak kesal. (oto)

About dwidjo -

Check Also

Syarif: Diseminasi Informasi Harus Sering dilakukan Pustakawan

Makassar,Koranpelita.com Perpustakaan Nasional (Perpusnas ) mendorong para pustakawan di Indonesia untuk lebih aktif melakukan diseminasi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *