Bantuan Sugianto Sabran Tanpa Melihat Status Agama

Palangka Raya, Koranpelita.com.

Bantuan dari dana pribadi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menunjukkan sikap peduli seorang pemimpin kepada rakyatnya. Apalagi Sugianto merelakan gaji, tunjangan dan biaya rumah tangga selama lima tahun untuk membantu masyarakat. Hal itu diungkapkan mahasiswa Institun Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya I Kadek Septiana.

“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Perhatian diberikan melalui bantuan paket sembako kepada mahasiswa yang terdampak covid-19,” ungkap Kadek, di sela penyerahan bantuan paket sembako kepada mahasiswa IAHN-TP, Senin (15/6).

Ia menilai, sosok Sugianto merupakan pemimpin ideal yang memperhatikan rakyat. Peduli atas nasib yang dialami masyarakat. Tentunya sikap tersebut, menjadi contoh pemimpin ideal. Sangat patut dicontoh bagi yang lain.

Sementara, Rektor IAHN-TP I Ketut Subagiasta mengungkapkan, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan anggota DPR-RI Agustiar Sabran bagaikan orang tua bagi seluruh masyarakat. Tidak heran keduanya sering memberikan perhatian kepada masyarakat yang kesusahan. Termasuk perguruan tinggi yang ada di Kalteng.

“Bantuan yang disalurkan tentu sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Karena banyak mahasiswa yang tidak bisa pulang, akibat pandemi covid-19,” tegas Ketut.

Ia mengakui, perhatian yang diberikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan anggota DPR-RI Agustiar Sabran, tidak sebatas memberikan bantuan. Banyak hal yang diberikan untuk perkembangan IAHN-TP. Bahkan mendampingi hingga terjadinya perubahan status perguruan tinggi dari sekolah tinggi menjadi institut.

Terpisah, anggota DPR-RI Agustiar Sabran menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari 100 ribu paket sembako. Program merupakan bantuan dari dana pribadi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan dirinya. Jadi sama sekali tidak menggunakan dana pemerintah.

“Gubernur Kalteng Sugianto Sabran merelakan gaji, honor, dan biaya rumah tangga selama lima tahun. Total dana yang terkumpul Rp9 miliar. Saya menyumbangkan gaji dan tunjangan selama lima tahun menjadi anggota DPR-RI. Dana yang terkumpul Rp4 miliar,” tegas Agustiar.

Dana tersebut, jelas Agustiar, dibelikan paket sembako hingga 100 ribu lebih. Bantuan disalurkan kepada seluruh masyarakat, tanpa melihat status agama, suku, golongan, atau pandangan politik. Semua masyarakat yang terdampak covid-19, diberikan hak yang sama. Memang tidak bisa menjangkau seluruh masyarakat Kalteng.

Karena itu, kata Agustiar, ia meminta maaf kepada masyarakat yang tidak kebagian bantuan dari dirinya dan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Itu semata kekurangan dirinya bersama Gubernur, tidak bisa mengalokasikan bantuan dalam jumlah yang banyak. Sembako yang tersedia, tidak sebanding dengan jumlah masyarakat Kalteng yang mencapai 2,7 juta jiwa.

“Saya minta maaf, kalau ada yang tidak kebagian. Apa yang dilakukan, semata gerakan kemanusian. Semua datang dari hati yang ikhlas. Tidak bermaksud pamer, seolah kami punya kemampuan dan kekayaan,” tegas Agustiar.

Ia hanya ingin, semua orang tergerak untuk membangun gerakan kemanusian membantu masyarakat terdampak covid-19. Kalau semua bergotong royong membantu masyarakat, tentu pandemi yang dihadapi akan lebih ringan. Pemerintah akan lebih mudah mengatasi penyebaran covid-19.

Gerakan yang dibangun, kata Agustiar, untuk rakyat. Dirinya bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dipilih rakyat. Gaji yang didapatkan dari rakyat hasil pembayaran pajak. Tidak salah kalau dikembalikan lagi untuk membantu rakyat. Semua itu dilakukan dengan ikhlas, agar masyarakat terbantu menghadapi pandemi covid—19.*( Ruslan AG).

About dwidjo -

Check Also

Hari Anti  Korupsi Dunia 2020 Diperingati Virtual

Semarang,Koranpelita.com Hari Anti Korupsi se Dunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember tahun ini diperingati …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *