Potensi Tandan Kosong Kelapa Sawit, Bahan Dasar Material Komposit

Oleh : Amelia Siska  

Indonesia adalah negara Industri yang sangat besar. Salah satu sektor industri yang berkembang pesat di Indonesia adalah industri kelapa sawit.

Perkebunan kelapa sawit berkembang di 22 provinsi dari 33 provinsi di Indonesia. Dua pulau sentral perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah Sumatera dan Kalimantan. Sekitar 90% perkebunan kelapa sawit di Indonesia berada di kedua pulau tersebut dengan total produksi sekitar 95% minyak sawit mentah, khususnya di Pulau Kalimantan. Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan terus meningkat pertahunnya dengan laju pertumbuhan sebesar 6,72% dan mencapai 9,14 juta hektar pada tahun 2014.

Dalam jangka panjang, permintaan pasar akan minyak kelapa sawit meningkat sejalan dengan populasi masyarakat yang terus bertumbuh. Produksi minyak kelapa sawit pada tahun 2016 sebesar 36 juta ton.

Tingginya permintaan pasar menyebabkan banyaknya limbah yang dihasilkan, salah satunya tandan kosong kelapa sawit yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah terbesar yang dihasilkan oleh perkebunan kelapa sawit. Setiap 1 ton tandan buah segar akan menghasilkan tandan kosong kelapa sawit sebanyak 22-23% atau sebanyak 220-230 Kg.

Penanggulangan limbah tandan kosong kelapa sawit yang kebanyakan dilakukan oleh masyarakat yakni seperti membakar tandan kosong dalam incinerator, menimbunnya untuk dijadikan kompos, dan juga dijadikan sebagai material penutup budidaya untuk menjaga kelembapan tanah. Padahal, telah banyak penelitian ilmiah yang berhubungan dengan limbah tandan kosong kelapa sawit yang telah dikerjakan seperti pembuatan papan partikel dengan perekat fenol formaldehid, bahan baku kertas serta sebagai material komposit yang terdiri dari matriks dan penguat (reinforcement).

Pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi material komposit cukup menarik perhatian, terutama bagi orang yang menekuni bidang ilmu Kimia. Limbah tandan kosong kelapa sawit sebagian besar tersusun atas selulosa. Jika dikombinasikan dengan material lain seperti logam oksida atau polimer lainnya, tentunya akan meningkatkan performansi material ini. Material komposit ini menghasilkan material baru dengan karakteristiknya yang didominasi oleh material pembentuknya. Oleh karena itu, pemilihan material yang tepat berpengaruh besar terhadap kekuatan materialnya.

Tentunya ini akan mengurangi limbah tandan kosong kelapa sawit jika dimanfaatkan sebagai bahan material memiliki nilai produk yang ekonomis dan berdaya jual tinggi. Pemilihan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan pembuatan material komposit memiliki keuntungan seperti ketersediaannya yang melimpah dan berkelanjutan, mudah didesain, serta tahan korosi, sehingga produk ini terbilang sangat menjanjikan. Material komposit berbahan dasar limbah tandan kosong kelapa sawit ini nantinya dapat dikembangkan dan diaplikasikan untuk berbagai aspek seperti dijadikan katalis, adsorben, filler membran dan beragam fungsi lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut mengenai pengelolaan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan dasar material komposit dan pemberdayaan SDM yang baik agar dapat meningkatkan nilai guna limbah itu sendiri sekaligus mengangkat perekonomian masyarakat. (Penulis, Mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya)

About dwidjo -

Check Also

GAME untuk Fakhrunnas Jabbar

Puisi  Sutardji Calzoum Bachri larikan aku seperti pantun membawaku simpan aku laksana mantera memeliharaku selinapkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *