Polda Kalsel Ekspos Kasus Tersangka 208 Kg Shabu dan 13 Kg Ekstasi

Banjarmasin, Koranpelita.com

Polisi Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) Senin (16/3/2020) pagi di Mapolda Banjarmasin, menggelar  perkara besar tersangka berinisial D.A.T.E.S (25) yang berperan sebagai kurir dengan barang bukti 208 kilogram shabu dan 13,9 kilogram pil ekstasi.

Ekspos tersebut digelar selang tiga hari usai meringkus tersangka pada Jumat 13 Maret 2020 Pukul 02.20 Wita dini hari di Jalan Achmad Yani, Kilometer 274, Simpang Empat Jaro, Kabupaten Tabalong Provinsi Kalsel.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, dalam konferensi pers, mengatakan telah berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba kelas kakap jaringan internasional Malaysia – Kalimantan Utara – Kalimantan Timur – Kalimantan Selatan.

Kronologisnya, tersangka diringkus polisi saat mengendarai mobil Pajero Sport warna putih dengan Nopol KT 1912 GH, bertempat di Jalan Achmad Yani, Kilometer 274, Simpang Empat Jaro, Kabupaten Tabalong.

Pada awal Maret 2020, Subdit 2 Dit Resnarkoba Polda Kalsel menerima informasi dari masyarakat tentang adanya narkoba dalam jumlah besar dari Kalimantan Utara yang akan masuk ke Kalimantan Selatan melalui jalur darat.

Dari operasi itu, polisi mengamankan koper besar berisi paketan sabu sebanyak 208 bungkus dengan berat bersih 208.000 gram atau 208 kilogram shabu-shabu dan pil ekstasi sebanyak 5 bungkus atau 53.969 butir dengan berat bersih 13.9 kilogram.

“Saat ditangkap terlapor mengakui barang bukti itu dibawa dari Kalimantan Utara dengan tujuan akhir Kalimantan Selatan,” beber kapolda.

Dalam ekspos perkara yang juga dihadiri Gubernur Kalsel, Ketua DPRD, Kajati, Danrem, Danlanal, Danlanud, Kabinda, Kepala PT, Kepala BNN, serta disaksikan ulama kharismatik KH Guru Zuhdi, Kapolda menyebut, usai penangkapan tersangka di gelandang ke Polda Kalsel untuk penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) Undangan-undangan RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati.(Ipik)

About dwidjo -

Check Also

Bupati  Musi Rawas Berikan Alat Bantu Peningkatan Produksi UMKM

Musi Rawas, Koranpelita.com Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan (H2G) didampingi Ketua TP PKK Mura …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *