Akulaku Fokus Pada Layanan Pembayaran E-commerce di 2020
Jakarta,Koranpelita.com
Perusahaan pembiayaan berbasis digital (fintech lending) Akulaku Finance fokus
pada layanan pembayaran di e-commerce-nya. Hal tersebut di lakukan guna menargetkan pembiayaan di 2020 yang mencapai Rp6 triliun, naik 50 persen dari tahun ini di level sekitar Rp4 triliun lebih.
Efrinal Sinaga, Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, menjelaskan target tersebut akan tercapai meskipun tahun depan tidak sedikit tantangan yang harus dihadapi.
“Guna mencapai target penyaluran pembiayaan sebesar itu perusahaan akan terfokus pada layanan pembayaran di e-commerce-nya. Selain itu Akulaku juga mendorong pembiayaan kepada pembeli dan pedagang online di e-commerce,” ujar Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Efrinal Sinaga dalam acara Year End Media Gathering Pengumuman Pemenang Kompetisi Jurnalistik, di Jakarta kemarin.
Akulaku, sambung Efrinal pembiayaan untuk kendaraan bermotor juga akan digencarkan. Per 30 Oktober lalu, perusahaan telah menyalurkan pinjaman Rp 4 triliun, tumbuh 116% secara tahunan (year on year/yoy).
“Pembiayaan itu diberikan kepada lebih dari 3 juta nasabah di Jawa, Sumatera, Bali, dan Lombok,” kata Efrinal.
Kendati menargetkan pertumbuhan pembiayaan tahun depan cukup signifikan, Akulaku berkeyakinan tingkat Non Performing Loan (NPL) dijaga 1%, seperti tahun 2019 ini. “Industri multifinance tumbuh 3,35%. Akulaku Finance luar biasa bisa tumbuh 116,” jelasnya.
Karena itu, Akulaku, terang Efrinal berupaya menjaga NPL 1% dengan cara melakukan verifikasi ketat ketika menerima data nasabah yang mengajukan pembiayaan. Data yang masuk akan dicroscek untuk memastikan data nasabah tersebut layak dapat pembiayaan. “Menjaga kualitas bukan hanya collection, tapi saat akuisisi lakukan assement dan lihat historikal payment,” katanya.
Menurutnya tatacara collection ada perlakuan yang berbeda antara yang satu bulan dengan yang lebih. Hal itu, ditujukan agar penanganan collection fokus.
Selain itu, tahun depan Akulaku berkomitmen tidak hanya mendistribusikan pembiayaan secara konsumtif, melainkan juga untuk produktif seperti modal usaha kepada UMKM “Ini sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini bentuk diversifikasi pembiayaan,” katanya
Pada tahun 2020, Akulaku Finance juga berupaya memiliki business plan diantaranya inovasi layanan , perluasan area dan kemitraan strategis serta edukasi literasi keuangan. “Di tahun depan kami yakin tetap tumbuh. Bisnis , perencanaan apapun persoalaannya, kami ingin break the limit. Kami ingin menembus semua kendala dan keterbatasan seperti menyiapkan inovasi dan layanan . Lebih penting kami akan mendukung networking hulu dan hilir yang ada di ecommerce,” ujarnya.
Efrinal berharap Akulaku Finance untuk kedepannya terus berupaya menghadirkan inovasi layanan keuangan yang dibutuhkan demi mewujudkan keuangan inklusif di Indonesia, “Akulaku Finance ini telah menjadi pembiayaan berbasis digital terbesar di Indonesia,” ucapnya. (Vin)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia