Kredit Macet Bank Kalsel Turun, Komisi II Optimis Kinerja Membaik

Banjarmasin, Koranpelita.com

Jika beberapa bulan silam sempat pesimis terhadap kinerja Bank Kalsel yang dinilai lemah. Namun kini Komisi II DPRD Kalsel berbalik optimis karena  kinerja Bank daerah ini sudah mulai membaik.

Salahsatu poin membaiknya kinerja tersebut yaitu secara umum mampu menekan Non Peforming Loan (kredit macet) dari semula 5,26 turun menjadi 4,36 persen hingga semester I Tahun 2019.

Begitu pula untuk Bank Kalsel Cabang Jakarta, NPL turun menjadi 5 persen lebih dibanding tahun sebelumnya yang cukuk tinggi.

Kendati ada gambaran positif itu, nantinya dewan akan mendalami lebih detil lagi saat mengundang semua perusahaan daerah untuk audien di DPRD.

” Nanti kita akan mendalami secara detil kinerja BUMD saat audien dengan kita,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, kepada wartawan, Kamis (31/10/2019).

Langkah tersebut, lanjut Imam, menindaklanjuti hasil kunjungan kerja Komisi II ke Bank Kalsel Cabang Jakarta bulan lalu.

Saat itu Rombongan komisi membidangi ekonomi dan keuangan ini memperoleh pemaparan langsung terkait kinerja secara keseluruhan dari Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin.

Selain memaparkan turunnya NPL, juga penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di wilayah Kalsel yang sudah terserap lebih 85 persen dari Rp 350 miliar, serta adanya rencana bank plat merah ini untuk menginovasi IT berupa server dan perangkat aplikasi sistem online yang dimilikinya saat ini dengan yang lebih kompetitif guna memudahkan layanan perbankan dan mampu bersaing dengan bank konvensional lainnya.

Dengan IT yang memadai nantinya, selain memudahkan semua transaksi, juga memudahkan dewan dalam melakukan kontrol dan evaluasi. Karena tinggal menekan aplikasi maka data laporan bank Kalsel dapat dengan mudah diketahui, tanpa harus mengundang mereka untuk datang kedewan.

Disinggung menurunnya NPL tersebut apakah keberhasilan kinerja yang memang berkualitas atau ada strategi kehati-hatian seperti pengurangan jumlah nilai penyaluran kredit yang diterapkan manajemen?

Politisi PDI-P itu menepis dan menegaskan, bahwa hingga Bulan Agustus lalu Bank Kalsel sudah menyalurkan KUR sebanyak 85 persen dari Rp. 350 miliar rupiah dan sudah hampir habis.

” Kalo Kemarin, kami mendapat laporan baru secara umum. Untuk detilnya nanti kami akan dalami lagi saat audien, apa saja kendala dan apa yang perlu kita dukung,” pungkas Imam Suprastowo, didampingi sekretaris Komisi II, M Iqbal Yudiannor.

Kepala Divisi IT, Fesar Parulian, didampingi Sekretaris Bank Kalsel, Hadi Rahman, Jumat (1/11/2019) kepada wartawan membenarkan, NPL Bank Kalsel pada semester I tahun 2019 ini menjadi 4,36, dari semula 5,26.

Angka ini sebut Hadi Rahman, lebih baik dibanding pada semester sama pada Tahun 2018 silam.

Begitu pula terkait IT, Bank Kalsel akan menginovasi perangkat lunak pendukung transaksi perbankan mereka.

Tujuannya untuk mengupayakan layanan optimal dan mudah bagi nasabahnya, sekaligus mampu bersaing dengan bank umum lainnya.

Berdasarkan data Bank Kalsel kini memilik total aset per Juni 2019 senilai Rp 16.416.437.000. (Ipik)

About redaksi

Check Also

Teliti Itsar Relational Capability Pengurus PWI Jateng Seksi Polkam Raih Doktor dari Unissula Semarang 

Semarang,KORANPELITA.Com– Pengurus PWI Jateng seksi Polkam Suparman berhasil lulus dan meraih gelar doktor dari Fakultas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca