Bersyukur IAIN Akan Jadi UIN Palangka Raya

Palangka Raya, Koranpelita.com.

Dengan adanya pemberitahuan dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) yang kini dalam peningkatan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) disambut positif, gembira dan sangat di apresiasi banyak pihak.

Walaupun masih dalam proses, kami optimis dan percaya segera terwujud, ujar Jasiah Ahmad dosen IAIN Pangka Raya Senin (23/9) malam ,yang kini sedang melanjutkan bidang doktor di Universitas Negeri Surabaya study tehnologi pendidikan.

Nikmat dan berkah perubahan status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) sangat di apresiasi dan memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada para pendahulu yang telah merintis dan berjuang, dari Al jamiah Fakultas Tarbiyah dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

Tentunya dia berharap dukungan lebih luas dari Pemprov Kalteng, karena berubahnya status IAIN menjadi keniscayaan bagi sebuah Universitas yaitu perlu meningkatkan sumber daya baik kuantitas maupun kualitas, langkah mempersiapkan sistem.Manajemen yang tertib dan bermutu, mampu memenuhi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta mampu memberikan solusi terhadap tantangan ke depan , baik
di Kalteng maupun level nasional.
Senada dengan Jasiah Ahmad, Hj. Masriah alumni STAIN 1999 dan alumni IAIN Palangka Raya tahun 2019, juga bersyukur adanya peningkatan status IAIN ke UIN.

“Sungguh melalui perjuangan dan doa serta ikhtiar juga bantuan dari berbagai pihak, terwujudnya semua ini,” ujar ASN di Kemenag Palangka Raya tersebut.
Sedang M. Raj Ulhaq mahasiswa IAIN Palangka Raya, sangat bersyukur dengan segera perubahan status tersebut. Dan dia berharap tahun ini juga terwujud.
Seperti diketahui sebanyak 11 IAIN se Indonesia , dalam waktu dekat berubah menjadi UIN.

Dibahas dalam fokus group Discussion (FGD) tentang perubahan bentuk IAIN menjadi UIN yang mengangkat tema “Overview Penguatan Bangunan Epistemologi keilmuan dan integrasi ilmu Islam dan Sains. “GGD yang berlangsung di Jakarta 22 – 29 September 2019 di pimpin Kasubdit Kelembagaan dan Kerja sama M.Abdib Abdushomaddari Kemenag Pusat.( Sut).

About dwidjo -

Check Also

Evaluasi Sekolah Tatap Muka Akan Jadi Sistem Adaptasi

Semarang,Koranpelita.com Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya saat ini tengah mematangkan hasil evaluasi simulasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *