Seorang Surveyor Diduga Tersesat di Hutan Boven Digoel

Merauke, Koranpelita.com

Seorang peneliti hilang di hutan Boven Digoel.  Florentina karyawan PT. Megakarya Jaya Raya melaporkan ke Pos Pencarian Dan Pertolongan Boven Digoel hari ini pukul 13.00 wit dan kemudian  Personil Pos Verawati meneruskan ke Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke.

Korban  dugaan korban tersesat tersebut bernama Teovanus Ewa (23 th), demikian informasi yang diperoleh dari Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Merauke.

Kejadian bermula ketika pada tanggal 10 September lalu tim survey perusahaan yang berjumlah 4 (empat) orang melakukan survey lapangan menggunakan pesawat tanpa awak (drone).

Di hari tersebut mereka kehilangan drone yang hilang kendali ketika sedang mengudara. Mengingat hari sudah petang maka diputuskan untuk mencari keberadaan drone esok hari. Keesokan harinya tanggal 11 September, mereka berempat kembali ke lokasi survey untuk mencari namun hasilnya nihil. Ketika pada tanggal 12 September mereka kembali ke hutan untuk melakukan pencarian, nasib naas menimpa tim survey sebab salah seorang rekannya tidak kunjung kembali sampai sore hari. Berdasarkan keterangan rekan korban, hari itu memang mereka berempat memutuskan untuk berpencar.

Namun Stevanus tak kunjung kembali hingga petang. Menyadari rekannya dalam kondisi membahayakan maka dilaporkanlah berita kehilangan tersebut ke Polres Boven Digoel. Pada tanggal 13 September, tim gabungan dari Polres dan pihak perusahaan melakukan upaya pencarian namun lagi-lagi hasilnya nihil hingga sore hari.
Siang tadi setelah menerima laporan dari perwakilan perusahaan, personil Pos Pencarian Dan Pertolongan Boven Digoel lantas bergerak menuju lokasi kejadian dan akan bergabung dengan tim gabungan yang sudah berada di lokasi kejadian.

Lokasi kejadian dugaan korban tersesat adalah di hutan kampung Anggai Distrik Jair kabupaten Boven Digoel atau sekitar 35,25 Km arah selatan dari Pos SAR Boven Digoel. Personil Pos SAR berjumlah 4 (empat) orang pada pukul 16.45 wit tiba di kampung Miri atau sekitar 8 (delapan) km lagi untuk tiba di lokasi kejadian. Mengingat hari mulai petang maka diputuskan malam ini personil akan beristirahat di kampung Miri. Besok pagi tim akan melanjutkan perjalanan ke lokasi dan langsung melakukan upaya pencarian. Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh perjalanan darat dan kemudian dilanjutkan menggunakan speed boat/perahu bermesin.

Rekan korban menuturkan bahwa Teovanus Ewa terakhir kali terlihat menggunakan jaket abu-abu dengan kaos berwarna hijau serta memakai celana jeans pendek serta menyandang tas. (djo)

About dwidjo -

Check Also

Jokowi Ajak Negara Dunia Kerja Bersama Adaptasi Perubahan Iklim

Jakarta, Koranpelita.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan sangat dipengaruhi dampak perubahan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *