Makkah, Koranpelita.com
Jamaah haji Indonesua di Makkah Mukarromah sejak lima tahun terakhir mendapat pelayanan katering. Layanan diberikan tanpa mengurangi living cost (uang saku) sebesar SAR1500 yang diterima saat di Embarkasi.
Pertama layanan katering di Makkah diberikan sebanyak 12 kali tahun 2015. Setahun kemudian, layanan ini meningkat menjadi 25 kali.

Sejak 2017, layanan katering di Makkah diberikan hingga 40 kali kepada setiap jamaah, makan siang dan malam. Ditambah snack berat (roti/croisant/cupcake) untuk sarapan yang dibagikan bersamaan dengan distribusi makan malam.
Jamaah juga mendapat paket kelengkapan konsumsi berupa: kopi, teh, gula, kecap, saos sambal, serta sendok dan gelas.
“Total ada 36 perusahaan katering yang sudah menjalin kontrak kerjasama dalam layanan konsumsi jemaah haji Indonesia,” jelas Kasi Katering Daker Makkah Beny Darmawan saat meninjau Dapur Jawharat Asia.
Dapur yang terletak di kawasan Awali Makkah ini akan memberikan makanan selamat datang kepada jamaah haji SUB 01 yang tiba pertama kali di Makkah.
“Ketentuannya, kalau tiba sebelum jam 10 malam, makanan selamat datang akan langsung diberikan. Jika lewat jam 10 malam, konsumsi dibagikan esok harinya. SUB 01 diperkirakan tiba di hotel Makkah jam 8 malam,” sambungnya.
Menu pertama yang akan disiapkan untuk SUB 01 adalah ayam broast, potato chip, buah, dan air mineral.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan, lanjut Beny, Kementerian Agama tahun ini menyajikan sejumlah menu nusantara khas sejumlah daerah di Indonesia, antara lain: rawon, rendang, soto betawi, dan pindang ikan patin.
Kapasitas dapur paling kecil adalah menyiapkan 4.500 pax, sedang yang terbesar mencapai 14.000 pax. (djo/mch)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia