Gelorakan Melawan Produk Asing

Bela Beli Indonesia (1)

Kita sebagai bangsa, termasuk keluarga harus siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dalam kondisi apapun dan bagaimanapun, proses pemberdayaan berbasis keluarga dituntut untuk mampu mengantarkan anggotanya menuju kehidupan yang sehat dan sejahtera.  Indikasinya angka kemiskinan berkurang dan tingkat kesejahteraan tinggi sehingga kesenjangan antara yang kaya dan miskin dapat dikurangi.

Dr H Hasto Wardoyo, SPOG(K) memaparkan panjang lebar konsep pengentasan kemiskinan, bertahan menghadapi MEA dan upaya mewujudkan masyarakat sejahtera. Berikut ini petikannya.

 

Sebuah gerakan masyarakat, bagaimana penerapannya di tingkat keluarga? 

Kami merasa sangat beruntung bisa dibimbing  kerja sama dengan banyak pihak. Melalui gerakan ini kemudian kita dapat masukan kegiatan yang baik. Dalam hal ini kami menyambut pemberdayaan berbasis keluarga, waktu itu kita mulai dengan warung kecil di desa ini menjadi kegiatan warga masyarakat Kelompok Asuh Keluarga Binangun (KAKB). Kita pertemukan keluarga miskin dengan keluarga kaya. Ada yang miskin absolut tidak bisa apa-apa hasilnya bisa dipakai kelompok.

Gagasan agar sharing kaya dan miskin kurangi kesenjangan sosial. Juga  saya mikir melalui pemberdayaan banyak munculnya produk baru olahan, kita punya pemikiran pasar program baru tahun 2013 yakni Gerakan Bela Beli Kulon Progo.

Konsep Bela Beli Kulon Progo, seperti apa?

Kalau Bela Kulon Progo ya beli produk Kulon Progo. Produknya dipasarakan secara ideologis. KAKB perlu ada kripik, ada peyek, ada lombok jadi saos, sambel abon. Kreasi ini kalau dikemas Bela Beli Kulon Progo secara ideologis ada keinginan membeli produk sendiri.

Bagaimana cara mengajak masyarakat Kulon Progo untuk mewujudkan Bela Beli produk Kulon Progo?

Patriot sejati itu dengan membeli produk sendiri. Sebab  globalisasi sudah datang, kita lawan dengan ideologi. Thailand dengan rekayasa teknologi, bawang merah dan bawang putih kita kalah. Vietnam kita juga kalah, rekayasa padi kita kalah.

Kekalahan itu kekalahan teknologi kita lawan kekalahan itu dengan ideologi dengan bela beli produk sendiri, bela beli produk Kulon Progo karena kami dari Kulon Progo, sebenarnya bela beli produk Indonesia.

Karena untuk melabeli produk sendiri agar mau membeli produk sendiri kemudian akhirnya ada pengorbanan, beli produk sendiri sok larang, ora enak, ora apik. Itulah patriot sejati, meskipun larang, ora enak, ora apik kita beli.

Pahlawan mengatakan semboyan membela negara mempertaruhkan nyawanya, kita cuma mengatakan lebih baik minum air sendiri, makan makanan sendiri daripada ngombe banyune dewe, mangan pangananane dewe artinya madep mantep makan makanane dewe, Airlku meski produk milik PDAM, koperasi produk sendiri.

 

About dwidjo -

Check Also

Komnas HAM Agar  Selidiki Dugaan Pelanggaran Penangkapan Aktivis KAMI

Jakarta,  Koranpelita.com Tim Advokasi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) mendesak Komisi Nasional Hak Azasi Manusia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *