Sampit,Koranpelita.com.
Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur ( Kotim) Provinsi Kalteng, pantauan di lapangan Rabu malam ( 5/6) pukul 23.00 WIB terlihat lengang.
Hal ini terlihat ketika jurnalis media ini menyusuri beberapa ruas jalan di Sampit termasuk di kawasan Pasar Blauran, Pasar PPM dan Pasar subuh Sampit.
Seperti di Kawasan Pasar Blauran baik itu di Jalan Rahadi Usman, Jalan Sutoyo S, Jalan Iskandar maupun Jalan Pangeran Antasari Sampit terlihat hanya sedikit yang berjualan kuliner, jual pakaian , jual HP dan kaset termasuk kios yang jual jamu. Begitu pula dua warung penambal ban yang masih buka di hari lebaran tersebut.

Pasar sepi, ditinggal mudik
Sementara itu di Pasar Subuh Sampit yang merupakan pasar penampungan pedagang Pasar Mangkikit Sampit yang pembangunannya belum rampung. Terlihat juga sepi dan lenggang. Biasanya terlihat aktivitas penjual dan pembeli dengan banyaknya sarana angkutan barang disana tidak terlihat geliatnya.
Menurut beberapa orang warga Bumi Ayu Sampit yang biasa mangkal berjualan sayur di pasar yang aktivitasnya 24 jam itu, untuk lebaran tahun ini terlihat sepi dibanding lebaran tahun lalu.
Iapun sambil menawarkan sayur yang dijualnya karena sepinya pembeli. Diperkirakannya, selain orang masih banyak terkonsentrasi merayakan lebaran di hari pertama juga Daerah ini ditinggal banyak pendatang untuk mudik berlebaran di kampung halamannya.
Begitu pula di Pasar PPM Sampit biasanya menjelang tengah malam ramai dengan aktivitas pedagang ikan terlihat sepi. Bahkan pedagang yang biasanya berjualan di pedalaman Kotim menggunakan mobil pick up tidak terlihat aktivitasnya memuat barangnya di kawasan Pasar PPM Sampit.
Mungkin di hari pertama lebaran ini, Kota Sampit selain lenggang ditinggal pemudik pulang kampung ke daerah asalnya , juga yang masih ada disini lagi menikmati masa istirahat dengan menikmati suasana lebaran tahun ini.
Sebab hidup bukan hanya menyangkut ikhtiar manusia mengais rejeky .Tetapi beristirahat itu juga penting.Terlebih di hari Lebaran ini. Sebagai pemenuhan kebutuhan spiritual dan mungkin yang lainnya. ( Ruslan AG)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia