DOA BERSAMA- Tokoh Agama Banten K.H. Abuya Dimyati memimpin doa bersama yang dihadiri Panglima TNI, Pangarmada I dan masyarakat Banten. (penarmada I)

Pangkoarmada I Dampingi Panglima TNI Acara Doa Bersama Dengan Masyarakat Banten

Cilegon, Koranpelita.com

Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., pada kegiatan Doa Bersama dengan Masyarakat Banten,bertempat di Eco Park PT. Indonesia Power Suralaya Cilegon, Selasa malam (27/3).

Doa Bersama yang mengangkat tema ”Melalui Istighotsah Prajurit TNI dan Masyarakat Kita Wujudkan Semangat Kebersamaan, Rasa Kekeluargaan serta Memperkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat Dalam Menjaga NKRI” tersebut diselenggarakan dalam rangka Latihan Kesiapsiagaan Operasional Koarmada I di PLTU Suralaya.

Kegiatan doa bersama ini dihadiri oleh sekitar 5.000 orang Santriwan dan Santriwati dari 20 Pondok Pesantren yang ada di Wilayah Banten. Doa bersama ini dilaksanakan dengan tujuan agar Latihan yang diselenggarakan dapat terlaksana dengan aman dan lancar serta dapat mencapai tujuan dan sasaran latihan sesuai dengan yang diharapkan.

Panglima TNI menyampaikan bahwa Pondok Pesantren merupakan samuderanya ilmu. Ada tiga unsur yang tidak dapat dipisahkan yaitu Ponpes, Pengasuh dan Santri yang harus selalu dijaga untuk keutuhan NKRI. Santri merupakan sumber daya manusia yang disiapkan untuk dijadikan sebagai generasi muda terpilih dan unggul untuk membangun bangsa dan negara sesuai dengan cita- cita bangsa Indonesia di tahun 2045 yang akan menjadi 4 Besar Dunia.

”Sekarang kita sudah masuk dalam revolusi induatri 4.0, sehingga kehidupan kita akan menjadi mudah. Namun setiap perkembangan teknologi tentu akan menimbulkan dampak positif dan negatifnya,” kata Panglima TNI.

Dampak positifnya, lanjut Panglima TNI,  kita akan selalu dipermudah dalam segala hal. Sedangkan salah satu dampak negatif yang paling menonjol yaitu mudahnya beredar berita hoaxs atau berita bohong yang sangat mungkin akan dapat memecah belah bangsa.

“Oleh karena itu, kita harus bijak dalam menilai berita dan menggunakan medsos, dalam menerima menerima berita harus  cek terlebih dahulu kebenaraannya sebelum kita menyebarkan kepada yang lain,” ujar Panglima TNI.

Panglima TNI menambahkan bahwa tugas TNI dan Polri adalah menjaga Keutuhan NKRI. Latihan Kesiapsiagaan Operasional Koarmada I yang akan dilaksanakan ini merupakan suatu pembekalan kepada Prajurit untuk meyakinkan rakyat Indonesia bahwa TNI selalu siap menjaga keamanan NKRI, melindungi segenap masyarakat dan siap menangkal segala ancaman baik dari luar maupun dari dalam. Dalam setiap pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara, TNI selalu memegang teguh jati diri TNI yaitu, TNI adalah Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.

Pelaksanaan Do’a Bersama dan Istighotsah dengan masyarakat Banten dipimpin langsung oleh Tokoh Agama Banten K.H. Abuya Dimyati. Pada Intinya do’a tersebut ditujukan untuk kelancaran dalam pelaksanaan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Koarmada I di PLTU Suralaya. Serta pada umumnya semangat kebersamaan dan rasa kekeluargaan, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dapat terwujud demi tetap tegaknya NKRI dan selalu siap dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(ay)

 

About ahmad yani

Check Also

KADISKUM AL TUTUP LCCH TNI AL 2020

Jakarta,  Koranpelita.com Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut (Kadiskum AL) Laksamana Pertama TNI Kresno Buntoro, S.H., …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *