MENGAJAR-Satgas Pamtas PR 328/DGH membantu prosex belajar mengajar di SD Negeri Inpres Yowong akibat krangnya tenaga pengajar.dispenad

Satgas Pamtas PR 328/DGH Jadi Guru Dadakan di Perbatasan RI-PNG

Minimnya tenaga pengajar di Perbatasan RI-PNG, khususnya di  SD Negeri Inpres Yowong, Distrik Arso Barat membuat Satgas Pamtas PR 328/DGH menjadi pendidik dadakan.

 Papua, Koranpelita.com– Dansatgas  Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengungkapkan saat ini SD Negeri Inpres Yowong hanya memiliki tiga orang guru yang aktif mengajar, sementara itu jumlah siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 sejumlah 29 orang.

“Selain itu, dalam proses belajar sendiri menurut pihak sekolah tidak berjalan dengan lancar, karena lokasinya cukup jauh sehingga guru pun mengalami kendala,”ujar Erwin Iswari dalam keterangan persnya, kemarin.

Karena kondisi tersebut,  lanjut Erwin, pihak sekolah melalui Kepala Sekolah meminta bantuan kepada anggota Pos Skamto untuk membantu mereka mengajar di sekolah.

Erwin mengakui jika secara formal anggota Satgas Pamtas PR 328/DGH  tidak memiliki dasar sebagai pendidik. Akan tetapi untuk para Bintara dan Perwira pada dasarnya diberikan kemampuan mengajar dan melatih di satuan, sehingga dengan adanya permintaan dari pihak sekolah itu tidak dapat ditolaknya.

“Sebagian besar prajurit kita saat ini lulusan SMA, namun ada juga yang memiliki latar belakang Sarjana, sehingga mereka pun berkeyakinan dapat membantu mengajar dan  mentransferkan pengetahuan kepada anak-anak,” jelasnya.

Tekad lainnya yang membuat Satgas Pamtas RI-PNG mengami permintaan Kepala Sekolah adalah sebagai prajurit, mereka juga ingin menularkan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan menumbuhkan semangat nasionalisme kepada generasi muda yang berada di ujung negara ini.

Menurut Erwin, anggota yang bertugas mengajar pun secara sukarela dan tidak ada upaya memberatkan pihak sekolah maupun keluarga pelajar.

“Sedangkan untuk tugas menjaga keamanan di wilayah perbatasan lainya, diatur secara bergiliran. Perlu diketahui, tugas kita di sini bukan hanya standby di pos atau istilah lucunya yaitu makan tidur,  namun justru kita lebih melakukan upaya pembinaan teritorial kepada warga untuk turut berpartisipasi menjaga wilayah ini,” tegas Erwin.

Berdasarkan permintaan dari sekolah dan keinginan untuk membantu para generasi muda tadi, maka dirinya pun mengijinkan beberapa orang anggota Pos Skamto membantu mengajar.

“Saya sampaikan ke mereka, agar kordinasi dan komunikasi dengan pihak sekolah, murid atau wali murid. Bantu mereka secara maksimal, selayaknya kita mendidik anak sendiri dan jika ada kesulitan yang dihadapi mereka (pihak sekolah) segera laporkan untuk segera kita bantu secepatnya,”tandasnya

Sementara itu Serda Sigit, salah satu anggota Pos Skamto yang ikut mengajar di SD Negeri Inpres Yowong mengutarakan bahwa alasan yang menjadi motivasi untuk mengajar adalah karena rasa perihatin melihat anak-anak yang tidak dapat belajar dengan baik.

“Secara umum, anak-anak memiliki semangat belajar yang tinggi. Namun karena faktor kekurangan tenaga pengajar, akhirnya upaya untuk mencerdaskan anak-anak ini pun terganggu. Karena itu, sebagai salah satu komponen bangsa, tergerak untuk membantu (mengajar). Bagi kami, pengabdian itu bukan diukur dari besar kecilnya kontribusi itu diberikan, namun sebesar apa manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Oleh karena alasan tersebut, Sigit dan beberapa anggotanya membulatkan tekad untuk membantu mengajar anak-anak.”Termasuk kami juga melihat adanya peluang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme kepada mereka,” turut Sigit.

Menurut Sigit, dia dan anggotanya bertugas mengajar dan melatih baca tulis kepada anak-anak yang masih belum bisa membaca dan menulis serta memberikan pelajaran pengetahuan pada kelas tertentu.

Terpisah, senada dengan Danstagas dan Sersan Sigit, Kepsek SD Inpres Yowong, ( Marsila) mengatakan bahwa faktor utama yang mendorong untuk meminta bantuan mengajar dari anggota Satgas adalah karena keterbatasan tenaga pendidik.

“(Padahal) Tenaga pendidik merupakan salah satu faktor utama dalam kegiatan belajar mengajar,” kata Mardika.

Khusus kepada anggota Satgas Yonif PR 328/Dgh yang membantu mengajar, dirinya menugaskan untuk mengajarkan membaca dan menulis bagi para Siswa kelas 1 dan juga memberikan pengajaran ilmu pengetahuan kepada Siswa kelas 4.

Atas bantuan yang diberikan oleh para prajurit Kostrad tersebut, Marsila pun mengucapkan terimakasih dan bangga kepada TNI. “Mereka juga sering mengingatkan dan memberikan motivasi kepada para pelajar SD Inpres Yowong untuk semangat dalam belajar,’’ pungkasnya. (ay)

 

About dwidjo -

Check Also

RUMKITAL dr. OEPOMO TERUS BERIKAN PELAYANAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT

Surabaya,  Koranpelita.com Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Rumkital) dr. Oepomo, terus melaksanakan pelayanan kesehatan kepada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *