Ketabahan Ibu di Sampit Merawat Anaknya Mengidap Thalasemia

Sampit, Koranpelita.com.

Usia ibu bernama Witriyani yang kini tinggal di Sampit sudah tidak muda lagi, tetapi ujian kehidupan yang dijalaninya menempa jiwanya menjadi sosok yang kuat.

Betapa tidak! Ibu Witriyani , yang memiliki tiga anak asal Banjarmasin ini , dan tahun 2002 mulai tinggal di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur ( Kotim ) Provinsi Kalteng, sejak usia anaknya Icha setahun setengah hingga kini berusia 20 tahun dan menjadi seorang mahasiswi , harus mengantar dan merawat buah hatinya itu ke rumah sakit mendapatkan transfusi darah.

Dimana penyakit thalasmia yang diderita anaknya Icha itu setiap tiga minggu sekali harus melakukan transfusi darah.Pengalaman sedih dan mengecewakan untuk mendapatkan darah golongan O , bagi anak tertuanya itu bukanlah perkara mudah.Terlebih ketika mereka tinggal di Banjarmasin dulu.Namun ia tak menyalahkan keadaan ini, baginya ini cobaan hidup dan Tuhan menguji kesabaran kita sebagai manusia yang lemah.Disadarinya, di balik ujian hidup ini ada pesan dan mutiara hikmah yang mesti kita petik dalam menjalani kehidupan ini.

Ibu Witriyani pun mengungkapkan mula Icha anak sulungnya diketahui mengidap thalasemia, ketika itu anaknya Icha berusia setahun setengah badannya panas dan perutnya membuncit, iapun memeriksakan anaknya Icha ke dokter, dan setelah di test darah ternyata anaknya tersebut kena thalasemia.

Upaya satu satunya yang dilakukan untuk kelangsungan hidup anaknya itu dengan melakukan transfusi darah setiap tiga minggu sekali.

Kondisi getir ini ia jalani hingga kini saat Icha berusia 20 tahun dan menjadi seorang mahasiswi UNDA di Sampit. Icha anaknya pun ketika diwawancarai atas penyakit thalasemia yang dideritanya itu menegaskan, bahwa dirinya tak terlalu bersedih karena hidup harus dijalani dengan penuh semangat.

Ia pun berharap agar orang lain tidak memberlakukan khusus terhadap dirinya, berlakukanlah seperto orang kebanyakan.Karena mereka yang terkena thalasemia juga ada yang telah menikah dan berkeluarga.

Ibu Witriyani ibunya Icha pun mengakui hal tersebut.Dan ia mengapresiasi akan kemudahan mendapatkan darah di Sampit.Terkait dengan ketergantungan Icha anaknya yang mengidap thalasemia yang bergantung hanya dengan transfusi darah.

Ibu Witriyanipun menginformasikan penyakit thalasemia ini bisa dilakukan dengan operasi tulang sumsum belakang ketika penderita berusia sepuluh tahun.Dan di tanah air belum ada operasi seperti itu kecuali di luar negeri.Ia pun berharap kepada pemerintah setempat dan pihak rumah sakit, supaya ada ruangan khusus bagi penderita thalasemia saat melakukan transfusi darah.

Karena kasihan anak balita penderita thalasemia harus berkumpul dengan pasien lain , sebab bisa mengganggu perkembangan jiwa mereka.Ibu Witriyani pun menegaskan, menerima transfusi darah bagi pengidap thalasemia bukab sekedar menjaga kesehatan.

Tapi menyangkut nyawa.Ia juga menginformasikan jumlah yang terkena thalasemia di daerahnya dan daerah tetangga Kuala Pembuang ibukota seruyan sekitar 25 orang, dan tergabung dalam grup WA untuk bertukar pendapat dan kabar senasib dan sependeritaan yang mengidap thalasemia.

Sementara itu dr H.Yuendri Irawanto M.Kes, kepala unit Donor Darah PMI Cabang Kotim menjelaskan, penyakit thalasmia dimana darah merah cepat hancur dan untuk itu memerlukan transfusi darah.

Penyakit ini akibat genetik, tapi untung dua adik Icha tidak mengidap thalasemia, sebab pengidap yang lain ada yang saudaranya juga kena penyakit  juga mentersebut.

Dia mengapresiasir dermawan Pemkab Kotim yang menbantu eksistensi lembaganya untuk misi sosial dan kemanusiaannya ini.

Ia juga mengharapkan bantuan peralatan untuk meningkatkan kualiitas darah dan bisa menyimpan darah lebih lama serta yang lainnya untuk meningkatkan pelayanan bagi kemanusiaan dan sosial itu. ( Ruslan AG ).

About redaksi

Check Also

Genjot Investasi, Pemprov Jateng Raih Penghargaan Pioneer of Economic Empowerment

JAKARTA, KORANPELITA – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus menggenjot investasi dan menumbuhkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca