Kuliah Umum di USM, Ayang Fitrianti: Personal Branding Nama Kita Adalah Merk

Semarang,koranpelita.com

Personal branding ternyata sebuah fenomena yang unik. Bila melihat praktik hidup sehari hari, disadari atau tidak, Jika sebetulnya semua orang bisa mempunyai merek sendiri

” Jadi bukan hanya produk atau perusahaan yang boleh menyandang merk. Meski merk bukan menunjuk nama secara langsung, kalau bicara tentang personal branding, Nama kita adalah merk yang kita sandang,” ungkap Ayang Fitrianti S.S. Mikom dosen Ilmu Komunikasi USM Semarang dalam Kuliah Umum yang digelar Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himalika) USM di Gedung V lantai 6 Universitas Semarang, baru-baru ini.

Menurutnya, tidak usah bingung jika akan memulai personal branding. Personal branding memiliki beberapa manfaat di antaranya meningkatkan kepercayaan diri, kesempatan berekspresi, dan membedakan dirinya dari kompetitor.

Ayang menjelaskan, personal branding adalah cara seseorang mempresentasikan diri mereka. Personal branding tidak hanya diperuntukkan selebritis saja, tetapi tukang ojek pun bisa membangun personal branding. Dengan personal branding yang dilakukan dapat membuka peluang, kerja sama, dan usaha baru.

”Personal branding itu bagaimana kalian dikenal. Kesuksesannya dapat dilihat dari konsistensi masyarakat dalam mengenal diri kalian. Oleh karena itu, personal branding harus sesuai dengan diri sendiri,” katanya.

Personal Branding Bisa Secara Konsisten

Sementara itu, Founder Stand Up Comedy Semarang, Dhonny Fajar Saputra S.I.Kom menambahkan, kesuksesan personal branding dapat diraih dengan konsistensi.

”Algoritma sebuah platform sosial media bisa diatur sendiri dengan konsistensi kita. Konsistensi tersebut meliputi konsistensi waktu mengunggah konten, konsistensi tema konten, dan platform yang digunakan,” tambahnya.

Musuh terbesar dalam konsisten mengunggah konten adalah diri sendiri. Dhonny memberikan contoh hambatan yang ada biasanya adalah suasana hati.

”Misalnya hari itu kamu melewati hari yang menjengkelkan karena dimarahin dosen, lalu kamu malas untuk membuat konten, nah kalian harus memaksa diri kalian untuk tetap membuat konten,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Vokalis Ra Bersinar, Geri Da Pinto. Menurutnya, konsistensi adalah kunci sukses bangun personal branding. Dengan begitu relasi akan terbuka lebar.

”Bisa karena terbiasa, orang bisa mengenal kamu ketika mereka melihat diri kamu lebih dekat,” tuturnya.(sup)

About koran pelita

Check Also

Menparekraf Bertemu SportNXT Bahas Potensi Kerja Sama Sport Tourism Indonesia-Australia

Jakarta, Koranpelita.com Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/KaBaparekraf) Sandiaga Salahuddin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.