Jelang Tahun Baru, BNN Sita 163,86 Kilogram Sabu

Jakarta,Koranpelita.com

Menjelang pergantian tahun baru, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia tetap tancap gas menyalakan spirit War on Drugs terutama pada strategi Hard Power Approach melalui upaya pemberantasan. Sepanjang Oktober hingga November 2021, BNN RI berhasil mengungkap lima kasus kejahatan narkotika di Medan, Cirebon, Bireun, Palembang dan Langsa dengan total barang bukti sabu seberat 163,86 kilogram dan tersangka.

Berikut ini uraian singkat sejumlah kasus yang diungkap BNN :

1. Kasus Clan Lab Diungkap di Medan

Setelah mendapatkan informasi tentang adanya peredaran narkotika di wilayah Medan, petugas BNN melakukan penyelidikan. Pada tanggal 19 Oktober 2021, BNN mengamankan seorang tersangka berinisial SL. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di rumah tersangka yang dijadikan clandestine lab. Di TKP tersebut, petugas menyita sabu dan sejumlah peralatan dan bahan baku untuk pencucian dan pengeringan narkotika jenis sabu. Adapun total sabu yang disita dari tersangka SL seberat 674,96 gram. Selanjutnya, petugas mengamankan pengendali jaringan yaitu ER dan SH yang mendekam di sebuah lapas di Sumatera Utara.

2. Jaringan Sindikat Sabu 7,81 Kg Madura-Jakbar Ditangkap di Pintu Tol Palimanan

BNN mendapatkan informasi tentang dugaan peredaran sabu dari Madura ke Kampung Boncos, Jakarta Barat. Selanjutnya, anggota BNN berkoordinasi dengan petugas pintu tol Palimanan untuk memudahkan penangkapan terhadap target. Pada tanggal 21 Oktober 2021, sekitar pukul 06.00 WIB, petugas akhirnya berhasil mengamankan MAR, AL, dan SH beserta sabu seberat 5,22 kilogram di dalam mobil saat memasuki pintu tol Palimanan. Pengembangan kasus dilakukan dengan mengamankan tersangka lainnya yaitu AR. Selain itu, petugas juga menggeledah sebuah tempat di dekat rumah MAR di daerah Kota Bambu Selatan Jakbar, dan menyita sabu seberat 2,59 kilogram. Total sabu yang disita dari jaringan sindikat ini seberat 7,81 kilogram.

3. Kasus Sabu 16,09 Kg Dalam Atap Bus Jaringan Sindikat Aceh-Jakarta

BNN mendapatkan informasi tentang adanya peredaran narkotika menggunakan bus angkutan penumpang. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut petugas berhasil mengamankan bus yang diduga mengangkut sabu berikut 3 pelaku berinisial MA, AR & SAM (sopir, sopir cadangan & kernet bus), pada 11 November 2021 di Jalan Soekarno Hatta Lintas Sumatera, Palembang. Dari dari hasil interogasi dan penggeledahan ditemukan sabu seberat 16,09 Kg yang disembunyikan di dalam blower AC di atap bus.

4. Kasus Sabu 103,30 Kg di Bireun

Para petugas BNN mengungkap jaringan sindikat di daerah Bireun Provinsi Aceh, pada 21 November 2021. Awalnya petugas mengamankan MU dan SB di dalam mobil saat melintas di kawasan Desa Glumpang, Peudada, Kabupaten Bireun. Dari kedua tersangka, petugas menyita karung berisi sabu seberat 103,30 kilogram. Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dengan menangkap dua orang tersangka lainnya yaitu JA dan IA.

5. Kasus 33,80 Kg Sabu di Langsa

Pada tanggal 30 November 2021 di daerah Langsa, petugas BNN mengungkap jaringan sindikat Langsa. Pada awalnya, petugas mengamankan DW di daerah Jalan Raya Lintas Medan – Banda Aceh berikut barang bukti sabu seberat 33,80 kilogram. Selanjutnya petugas menangkap anggota jaringan sindikat lainnya yaitu MUK di Langsa, MA dan MK di Kabuapten Aceh Timur.

6. Kasus 2,18 kg sabu dalam kapal di Kepulauan Riau

Berkat kerja sama yang solid antara BNN dengan Ditjen Bea dan Cukai, peredaran sabu seberat 2,18 kilogram yang disembunyikan di dalam kamar mesin bagian belakang kapal KM Bahtra Maju, berhasil diungkap pada 14 April 2021, di daerah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Selanjutnya petugas melakukan pengembangan kasus untuk memburu para pelaku. Sepanjang pengembangan masih dilakukan, kasus ini belum dipublikasikan dan barang buktinya belum dimusnahkan. Kini, pengembangan kasus ini dihentikan dan barang buktinya segera dimusnahkan.

Melalui penyitaan narkotika jenis sabu seberat 163,86 kilogram dari seluruh kasus di atas, BNN telah menyelamatkan lebih dari 819 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika.

Seluruh tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Gernas 98 Minta Sofyan Djalil  Buktikan Soal Mafia Tanah Sogok Petugas Hingga Rp200 Miliar

Jakarta,Koranpelita.com Modus praktik mafia tanah yang diungkap Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *