Gelar Pertemuan Bersama HIPMI Tanbu, Bang Dhin Sepakat Pemerintah Dorong Pengusaha Lokal

Banjarmasin, Koranpelita.com

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) merupakan mitra strategis pemerintah dalam membentuk Pengusaha yang Tangguh, Inovatif dan Berdaya Saing di Era Revolusi Industri 4.0.

Salah satu visi HIPMI adalah, menciptakan pengusaha-pengusaha muda dan lapangan pekerjaan baru, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Syaripuddin, Sabtu (4//9/2021) menggelar pertemuan dan mendiskusikan sejumlah hal bersama BPC HIPMI Tanah Bumbu provinsi setampat.

HIPMI Tanah Bumbu menyampaikan terkait proses pengadaan barang dan agar lebih memprioritaskan pengusaha lokal khusus di bidang kontruksi dan meminta agar ada pelatihan keterampilan kerja agar dilakukan secara berkala.

Langkah yang diharapkan guna menyikapi masa transisi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) serta berharap perusahaan-perusahaan besar yang ada di kab/kota baik BUMN maupun swasta agar dapat melakukan kolaborasi dengan pengusaha lokal dan UMKM.

Dinformasikan, bahwa Layanan Sertifikasi Badan Usaha dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Konstruksi dilaksanakan oleh LPJK Periode 2021–2024 yang telah dilantik oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada 23 Desember 2020.

Sebagai upaya menjamin kontinyuitas layanan usaha jasa konstruksi, Kementerian PUPR menerbitkan Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 30/SE/M/2020 tentang Transisi Layanan Sertifikasi Badan Usaha dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Konstruksi.

“Saya sepakat dengan HIPMI Tanbu bahwa pemerintah harus dapat mendorong peningkatan peranan pelaku usaha lokal. Salah satu caranya adalah upaya pemberdayaan kontraktor dan pengusaha lokal dari pimpinan daerah yang baru. Baik dari tingkat kabupaten hingga provinsi” kata M Syaripuddin.

Politisi muda yang akrab disapa Bang Dhin ini menambahkan, selain pemberdayaan kontraktor lokal, pengusaha lokal di sektor lain juga perlu mendapat perhatian serupa. Terlebih kegiatan pemerintah masih memegang peran cukup sentral sebagai sumber perekonomian pada kabupaten/kota.

“Terkait UMKM, kita perlu sama-sama memompa kalangan muda untuk bersemangat berwirausaha. Saya yakin ide anak-anak muda ini luar biasa brilian, terkadang mereka takut mengeksekusi baik karena takut gagal dan tidak ada modal. Apalagi ini situasi pandemi, UMKM harus tegar” tegas Bang Dhin.

Dijelaskan. Berdasarkan data dari UNDP dan FE UI, dampak Covid-19 telah membuat 9 dari 10 pelaku UMKM mengalami penurunan permintaan, 2 dari 3 UMKM mengalami penurunan pendapatan, lebih dari 80% mencatat margin keuntungan lebih rendah, lebih dari 53% UMKM mengalami penurunan nilai aset, dan sebagian besar UMKM kesulitan mendistribusikan produknya.

“Harapan kita bersama HIPMI adalah berinovasi yang out of box agar bisa membantu pengusaha muda bertahan di tengah situasi sulit karena pandemi Covid-19” pungkas Bang Dhin.(pik)

About kalselsatu

Check Also

Ada Tiga Bencana Yang Dihadapi Kotim Tahun 2021

Sampit, Koranpelita.com Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencaba Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalteng,pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *