Dan, Akhirnya Saya Pensiun…    

Waktu berjalan cepat. Semula terasa lama menanti waktu memasuki pensiun, sekarang sudah di depan mata. Dan, akhir September akan jadi hari terakhir saya ngantor.

Seperti terjadi begitu saja. Saya juga langsung pensiun tanpa melalui persiapan pensiun. Pandemi Covid 19 dan PPKM yang mengharuskan bekerja di rumah, membuat tanpa terasa saya telah memasuki masa persiapan pensiun. Sebab, sudah mulai terbiasa lebih banyak berada di rumah.

Selama 18 bulan, apabila dihitung berapa banyak saya masuk kantor (work from office) sejak pandemi tahun lalu, saya melakukan kegiatan di kantor kurang dari sebulan. Kemarin saya sengaja masuk untuk bekerja dari kantor, sekalian beres beres dokumen yang masih berantakan di meja.

Ada rasa rindu dan haru melihat ruangan kerja dimana dulu sebelum pandemi hampir seharian bahkan sampai malam bekerja penuh di kantor. Tentunya akan menjadi kenangan yang tak terlupakan selama bekerja di sebuah Lembaga yang besar. Mumpung masuk kantor, saya sempatkan untuk bersilaturahmi dengan beberapa teman yang juga masuk kerja hari itu.

Jadi seperti reuni kecil karena sudah lama sekali tidak bertemu secara fisik sehingga asyiik ngobrol aneka topik dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Sekalian juga memberi masukan kepada calon pegawai baru yang sedang on the job training di satuan kerja. Supaya mereka mempunyai semangat, integritas serta inovasi untuk melakukan perubahan proses bisnis yang mendukung pekerjaannya.

Selama pandemi dan beberapa bulan terakhir bekerja dari rumah, saya mempunyai waktu untuk berolah raga ringan dan mengerjakan kegiatan yang sedang saya sukai yaitu mewarnai lukisan. Karena tidak mahir melukis tapi ingin punya lukisan, jadilah saya membeli kain kanvas yang telah ada gambarnya dan tinggal saya warnai dengan cat arklirik. Menjadi pengisi waktu yang mengasyikan disaat sedang tidak ada meeting atau di akhir pekan sambil mewarnai bersama cucu tercinta.

Agustus lalu, juga memberi kenangan terindah, di masa-masa mendekati pensiun. Sebab, saya mendapat undangan untuk mengikuti Upacara Pengibaran Bendera di Istana Negara meskipun secara virtual.

Serasa mengikuti upacara bendera secara langsung karena kita bisa menyaksikan dengan jelas seluruh rangkaian upacara Bendera yang dilaksanakan secara hikmat. Dan yang menggembirakan adalah mendapat bingkisan khusus dari Istana yang diberikan kepada seluruh undangan upacara.

Sebelum tiba saat pensiun, tentunya saya masih harus masuk kantor kembali untuk berpamitan dengan rekan rekan di kantor. Ada rasa haru karena akan meninggalkan suasana kerja dan persahabatan yang telah terjalin dengan erat kurang lebih hampir 4 tahun terakhir.

Banyak canda tawa, cerita lucu hingga perasaan was was karena ragamnya tekanan pekerjaan yang dihadapi bersama sehingga membawa kenangan tersendiri. Teringat saat sarapan nasi goreng kencur atau nasi goreng kecombrang di ruangan kerja bersama beberapa teman atau menikmati makan siang sambil merencanakan jalan jalan yang tak kunjung terlaksana karena padatnya pekerjaan sehingga sulit untuk mendapatkan cuti. Semua itu tentu akan menjadi kenangan manis yang tak terlupakan.

Setahun yang lalu, saya telah merencanakan beberapa kegiatan yang akan dilakukan setelah pensiun. Namun dengan keadaan pandemi covid yang belum berlalu dan kemungkinan hidup berdampingan dengan virus corona, tampaknya perlu ada perubahan atas rencana tersebut.

Yang pasti rencana jalan jalan ke beberapa tempat agak terkendala karena masih ketatnya persyaratan penerbangan yaitu selain memiliki sertifikat vaksin, juga harus bebas covid, artinya setiap pergi hidung dan mulut harus siap dicolok dulu. Meskipun tidak sakit namun rasa tidak nyaman saat dicolok mengakibatkan keengganan untuk bepergian dengan transportasi publik.

Alternatif lain ya menggunakan mobil sendiri untuk jalan jalan ke beberapa daerah. Itupun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat dimana kita tidak bisa seenaknya wisata kuliner seperti dulu. Memang kita harus terus membiasakan diri dengan kebiasaan baru berdampingan dengan sang virus.

Harus selalu menerapkan protokol kesehatan tidak hanya 3 M atau 5 M tetapi 6 M yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan sabun di air mengalir, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Menghindari Makan Bersama. Nah mengurangi mobilitas dan menghindari makan bersama sudah jelas larangan untuk jalan jalan dan kulineran.

Jadi apa yang akan dilakukan nanti ? Masih ada sederet kegiatan yang sudah terencana antara lain, lebih sering nengok kebun di Samigaluh sambil mencoba kuliner di sekitar nya yang banyak bermunculan, belajar gamelan, belajar gerakan yoga, menemani cucu sekolah virtual, melukis dan mungkin mencoba belajar memasak buat cucu.

Pokoknya harus ada kegiatan yang bermanfaat supaya tidak bosan di rumah dengan tetap menjaga prokes. Tidak ada rencana yang baru kecuali ingin belajar memasak untuk cucu. Ya karena beberapa bulan yang lalu asisten harus pulang kampung karena orang tuanya sakit, bersamaan dengan liburan sekolah cucu. Terpaksa saya memasak seadanya buat cucu tercinta dan ketika menu yang sama tersaji kembali, spontan cucu saya bertanya makannya ini lagi.

Ketika saya mencoba menu yang lain kemudian cucu memuji masakan saya, rasanya senang sekali. Karena itu saya akan mencoba belajar masak untuk menyenangkan cucu tercinta. Selain itu, saya juga mempunyai anak asuh yang baru lulus SMP. Sebut saja namanya Exsa, berasal dari keluarga tak mampu dan ayahnya tidak bekerja karena cacat.

Pertemuan dengan Exsa terjadi karena saat asisten pulang kampung, saya agak kerepotan mengurus cucu sambil bekerja sehingga ditawari asisten baru oleh teman. Ketika pertama kali bertemu, rasa iba yang muncul karena Exsa baru lulus SMP harus bekerja mencari nafkah untuk membantu orang tuanya. Sehingga saya berencana untuk menyekolahkan atau mengikutkan Exsa kursus ketrampilan untuk meningkatkan kemampuannya supaya bisa bekerja ditempat yang lebih baik.

Sepertinya saya tak akan kehilangan kesibukan setelah pensiun karena masih banyak yang ingin saya lakukan. Termasuk mengelola penangkaran penyu di Gunung Tunak Lombok Tengah. (*)

About NKS

Check Also

Campursari Virtual: Tetap Prokes, Nonton dari Rumah

Forum Diskusi Sahabat Ngopi Kulon Progo (SNKP) bersama komunitas Kulon Progo di Jabodetabek (KPJD) siap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *