Kawasan Perbatasan Negara di Kabupaten Bintan Alami Musibah Banjir

Jakarta,Koranpelita.com

Sembilan Kecamatan di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, dilaporkan mengalami musibah banjir dan banjir rob. Dari sembilan Kecamatan yang terkena musibah ini empat diantaranya merupakan Kecamatan Lokasi Prioritas (Lokpri) yaitu Kecamatan Bintan Utara, Gunung Kijang, Teluk Sebong dan Bintan Pesisir.

Kabag Pengelola Wilayah Perbatasan Setda Kabupaten Bintan, Hasan, menyampaikan banjir dan banjir rob terjadi mulai dari tanggal 1-3 Januari 2021 dan kembali mengalami hal serupa pada tanggal 9-10 Januari 2021.

“Berawal dari tanggal 1-3 Januari 2021 terjadi curah hujan yang cukup tinggi ditambah dengan naiknya pasang air laut, sehingga sembilan Kecamatan dari sepuluh Kecamatan mengalami kebanjiran dan banjir rob termasuk di empat Lokpri Kecamatan Kawasan Perbatasan Kabupaten Bintan terutama di wilayah perkotaan dan pemukiman warga serta kawasan pesisir pantai,” kata Hasan dalam laporannya, Senin malam (11/1/2021).

Banjir dan banjir rob gelombang kedua yang terjadi pada tanggal 9-10 Januari juga mengakibatkan longsor di area pemukiman dan tumbangnya pepohonan. Dilaporkan Hasan banjir juga telah merusak beberapa infrastruktur jalan dan jembatan yang juga rusak akibat abrasi pantai. Hasan mengatakan beberapa gedung sekolah SD dan SMP juga terdampak atas banjir ini dimana kursi dan meja belajar di beberapa lokasi terutama di kawasan perbatasan Kabupaten Bintan mengalami kerusakan.

Hasan menambahkan musibah tersebut menimpa 16 Desa dan tujuh kelurahan di Kabupaten Bintan, serta tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Hasan mengatakan seluruh jajaran stakeholder, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan masyarakat Kabupaten Bintan dibawah pimpinan Bupati Bintan telah membenahi kawasan pasca banjir terutama di daerah rawan banjir melalui pembenahan saluran/drainase.

Selain itu atas koordini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Bintan telah diberikan bantuan sembako terutama di dapur-dapur umum dan posko-posko evakuasi warga yang terkena banjir baik di sekolah, rumah ibadah, maupun gedung perkantoran yang terhindar dari kawasan banjir.

“Pemkab Bintan melakukan koordinasi dengan Pemprov Kepri dan melibatkan pihak swasta untuk turut membantu percepatan penanganan banjir,” sambungnya.

Hasan melaporkan sampai Senin malam cuaca masih kurang baik sehingga Pemkab Bintan melakukan penyiapan lokasi atau gedung yang dapat dijadikan posko. Mengantisipasi cuaca yang masih buruk tersebut Pemkab Bintan juga menyiapkan perlengkapan untuk warga seperti tenda dan makanan.

Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Restuardy Daud, yang menerima laporan Hasan menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah diambil Pemkab Bintan untuk meminimalir bencana dan penangannya.

“Pemda bisa menetapkan status darurat bencana dengan berkoordinasi dengang BPBD Provinsi bila meluas pada beberapa kecamatan, sehingga bisa diambil langkah-langkah darurat penanganan bencana, untuk mobilisasi sumber daya termasuk anggaran,” ujar Restuardy. (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Jokowi Ajak Negara Dunia Kerja Bersama Adaptasi Perubahan Iklim

Jakarta, Koranpelita.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan sangat dipengaruhi dampak perubahan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *