Besok sore, mulai jam tiga, atau pukul 15.00 WIB, perayaan ulangtahun Kulon Progo di Jabodetabek (KPDJ) digelar. Acara sengaja dimulai dari sore, karena banyak rangkaian yang membutuhkan waktu panjang. Puncaknya, persembahan Wayang Virtual dari seniman-seniman Kulon Progo di perantuan.
Dalang asal Cermei, Kapenewon Panjatab, Kulon Progo, Ki Bagas Giyanto, sudah siap mbabar Durno Picis. Sebuah lakon yang menarik, selain penuh dengan petuah. Ajakan untuk jangan berbuat nista agar hidup menjadi lebih baik.
“Ini juga bisa menjadi semacam sanepo bahwa kita akan memicis atau mengikis dur angkoro,” kata Ki Bagas, dalam rapat pematangan dengan tim panitia di Anjungan Jogja TMII, siang tadi, 17 Desember 2020.
Persiapan panitia hingga H-1 sudah final. Semua kebutuhan penyelenggaraan acara ini telah tersedia, sehingga tinggal menunggu pelaksanaannya. Kendala yang bersifat teknis, diharapkan bisa diminimalisir.
“Kita sangat konsen pada penerapan protokol Kesehatan. Jadi tadi sudah kita siapkan tim khusus yang memantau penerapan Prokes. Semua tamu, panitia, dan kru seniman, sudah kita ukur suhu tubuhnya, lalu cuci tangan, memakai masker, serta pengaturan tempat duduk yang berjarak,” kata Heri Rudi Atmoko, Wakil Bupati KPDJ yang sangat sibuk mengondisikan timnya agar kegiatan ini berjalan lancar.
Para undangan khusus yang terdiri dari Ketua-ketua Paguyuban Perantau di wilayah Jogjakarta, juga sudah diinformasikan mengenai perubahan jam acara. “Semua ikut senang dengan perubahan ini, karena memang ada Instruksi gubernur agar semua kegiatan warga selesai jam Sembilan malam. Para undangan bersedia rawuh sesuai jadwal panitia,” kata Mbah Yatno Alimonsa, sesepuh KPDJ yang tak kalah sibuk mengatur ritme kegiatan.
Seperti diketahui, semua ketua paguyuban DIY mengonfirmasi kehadirannya. Ketua-ketua paguyuban dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kodya Yogyakarta, telah menyatakan siap rawuh.
Dari Bantul, yang hadir Ketua Warkaban, Didik Akhmadi. Ketua SMS Sleman, DR Drs H Tukiran, SH, MM, MH juga akan rawuh. Kemudian, Ketua Pawarta, Suryo Purnomo, serta Edy Sukirman Kirst dari Ikatan Keluarga Gunung Kidul (IKG).
Sementara itu, sejumlah tokoh perantau Kulon Progo, juga siap rawuh. Yang sudah memastikan rawuh adalah Sumarjono, Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan. Lalu, ada pengusaha Haji Paiman dan Hajjah Warjinem. Tokoh perantau yang berada di wilayah Serang, Banten seperti Bambang Hady, juga menyiapkan diri untuk hadir.
Dari Bandung, akan rawuh Pak Tukino dan Pak Purwanto. “Sudah pasti, beliau berdua membawa rombongan dari Bandung. Pak Tukino adalah seniman yang tak kalah top. Punya grub ketoprak yang tetap eksis manggung di Jawa Barat, selain sebagai seorang pengusaha,” tambah Mbah Ali.(her)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia