Aliansi Masyarakat Cinta Damai Tolak Kegiatan Perkumpulan didalam Masjid AQL

Jakarta,Koranpelita.com

Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Damai melakukan aksi demonstrasi di perempatan Tugu Eks MTQ, Rabu (2/12/2020). Aksi demonstrasi ini di picu tidak disetujuinya dengan kegiatan perkumpulan didalam masjid AQL.

Sekelompok massa yang menamakan dirinya Aliansi Cinta Damai mendatangi area masjid AQL dan menggelar beberapa poster/spanduk. Selama aksi berlangsung puluhan massa yang datang tersebut membentangkan poster-poster berisi tuntutan disekitar lokasi sembari melakukan orasi.

Aksi protes itu nampaknya sengaja dilakukan ditengah-tengah jalannya acara reuni 212 yang dilangsungkan secara virtual oleh panitia dengan menggunakan Masjid AQL di Jl Tebet Utara III Jakarta Selatan sebagai salah satu studio televisi streaming FrontTV tempat berkumpulnya para ulama dan tokoh untuk menjadi pembicara.

Sebagaimana diketahui sejumlah ulama dan tokoh hadir pada acara itu, diataranya Habieb Rizik Shihab, M.Yusuf Martak, Ustad Slamet Maarif, Jend (purn) TNI Gatot Nurmantyo, dan lain-lain.

Tuntutan utama massa aksi jelas disampaikan dalam tulisan spanduk/poster yaitu meminta agar masjid jangan dijadikan sarana politik dan meminta dihentikannya politisasi agama.

Dalam pernyataan sikap, disebutkan bahwa keberadaan para ulama adalah sebagai pemersatu bangsa, oleh karena itu tidak seharusnya agama dijadikan sebagai kedok ajang berpolitik sebab berpotensi merusak keutuhan NKRI. Kehadiran ulama diharapkan bisa menjadi teladan bagi umat/masyarakat. Kegiatan yang dilakukan sekelompok orang di dalam masjid AQL menurut massa aksi sangat bertentangan dengan aturan pemerintah dalam memerangi Covid 19.

“Kita semua cinta ulama, namun sebaiknya ulama jangan memecah-belah kita dengan keinginan-keinginan segelintir kelompok yang tidak ingin Covid 19 ini segera berakhir. Lebih baik kegiatan-kegiatan yang dilakukan lebih fokus pada pemulihan ekonomi, sehingga nasib UMKM yang terkena dampak Covid 19 lebih diperhatikan,” ujar kordinator aksi Aliansi Cinta Damai, M. Fadly dalam orasinya.

Ia menambahkan ada hal-hal lain yang perlu dimengerti yaitu masalah keselamatan umat dari pandemi Covid 19. Dengan pemahaman itu ia juga berharap antar umat beragama tidak tercerai-berai oleh kegiatan yang berlangsung di masjid AQL ini yang berpotensi menjadi sebuah claster baru. Apabila terbukti adanya penambahan claster Covid 19 dan adanya pihak ulama/tokoh yang menyebabkan kemunculan claster itu serta membuat umat Islam terpecah-belah, maka sudah selayaknya ia ditangkap oleh aparat kepolisian.

“Negara memiliki kewajiban menjaga kesehatan warga negaranya. Jari marilah kita bersama-sama turut memerangi Covid ini,” ajak M.Fadly sebelum menyudahi aksinya. (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Presiden Joko Widodo

Presiden Jokowi Umumkan 6 Menteri Baru di Kabinet Indonesia Maju

Jakarta, Koranpelita.com Presiden Joko Widodo bersama Wapres Ma’ruf Amin akhirnya mengumumkan dan sekaligus memperkenalkan para …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *