Mappilu-PWI dan Bawaslu Teken Kerja Sama Pengawasan Partisipatif

Semarang,Koranpelita.com

Sebagai lembaga yang dibentuk pememerintah, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jateng merasa perlu melibatkan berbagai elemem masyarakat dalam tugas pengawasan proses pemilu/pilkada.

Untuk itu, Bawaslu menggandeng Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu Persatuan Wartawan Indonesia (Mappilu PWI) Jateng.

Kerja sama itu dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman (MoU) yang ditandagangani kedua belah pihak, dalam acara Ngobrol Bareng Bawaslu (Ngobras) secara live lewat kanal Youtube, di kantor Bawaslu Jateng Jl Papandayan Selatan No 1 Semarang, Jumat (27/11).

Ketua Bawaslu Jateng Fajar SAKA mengatakan, Bawaslu sangat membutuhkan pengawasan dan pendampingan oleh masyarakat, termasuk Mappilu. Pendampingan bisa berupa masukan, kritik, saran, dan sebagainya yang semuanya bertujuan agar tercapai proses demokrasi yang aman.

“Mari kita kawal bersama-sama proses demokrasi ini agar tercapai pemilu/pilkada yang aman dan sukses,” kata Fajar.

Sementara itu, Ketua Mappilu-PWI Jateng Sugayo Jawama menyampaikan, Mappilu adalah sebuah kekuatan moral yang bertugas menyuarakan segala permasalahan dalam mengawal proses demokrasi. Sebagai kekuatan moral, Mappilu sangat membutuhkan pasangannya, yaitu kekuatan formal yang punya kewenangan untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam menghadapi setiap permasalahan.

“Hanta kekuatan formal itu adalah Bawaslu yang merupakan representasi dari pemerintah, untuk menyelesaikan berbagai pelanggaran yang terjadi selama proses pemilu/pilkada,” kata Sugayo.

Namun demikian lanjutnya, kekuatan moral ibarat ruh, sedangkan kekuatan formal ibarat jasadnya. Karena itu, sudah semestinya kedua kekuatan itu bersatu untuk menegakkan demokrasi di negeri ini.

Dalam siaran langsung yang dilanjutkan dengan dialog itu, Sugayo mengatakan, Mappilu melihat ada kekhawatiran masyarakat untuk datang ke TPS, bukan saja karena kebosanan akibat seringnya pemilu, tetapi juga karena pandemi Covid-19.

“Di sinilah peran media sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, bahwa pilkada ini aman karena penyelenggara sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Karena itu, masyarakat tak perlu takut untuk datang ke TPS,” jelas Gayo.

Koordinator Divisi Humas Bawaslu Muhammad Rofiuddin pada sesi dialog itu juga menyampaikan, produk Mappilu adalah berita yang dikonsumsi masyarakat dan bisa memengaruhi opini masyarakat. Karena itu, posisi Mappilu sangat penting dalam memberikan informasi terkait proses pemilu yang sesuai dengan berbagai aturan yang berlaku.

“Media juga memegang fungsi kontrol, baik bagi penyelenggara pilkada, masyarakat, pasangan calon, maupun pihak-pihak lain yang terkait,” kata Rofiuddin.

Baik Bawaslu maupun Mappilu sepakat bahwa pandemi tidak harus menghalangi proses demokrasi, tapi demokrasi juga harus dilaksanakan dengan ketaatan pada protokol kesehatan demi kesuksesan pilkada yang rendah transmisi, tinggi partisipasi.(sup)

About dwidjo -

Check Also

Banjir Kalsel Meluas, Ketua DPRD Buka Tempat Pengungsian

Banjarmasin, Koranpelita.com Musibah banjir yang menimpa sebagian wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjagdi perhatian Ketua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *