Gubernur, KPU dan Bawaslu, Bahas Kondisi Darurat Pandemi dan Merapi

Semarang,Koranpelita.com

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menggelar rapat koordinasi tentang penyelenggaraan Pilkada Serentak, 9 Desember mendatang. Sejumlah skenario darurat dibahas, termasuk bagaimana mengatasi persoalan Pilkada saat pandemi dan ancaman bencana Gunung Merapi.

Rapat koordinasi yang digelar di Gedung A Lantai 2 Kompleks Pemprov Jateng, mengundang Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Gakumdu, Polda, TNI, DPRD dan BIN. Sementara 21 Bupati/Wali Kota yang menyelenggarakan Pilkada mengikuti secara daring.

“Kami sengaja menggelar rapat ini untuk memastikan persiapan Pilkada Serentak 9 Desember mendatang. Tadi hadir komplit, KPU, Bawaslu, Polda, Kodam, Binda, DPRD semuanya hadir. Intinya, insyaalah kita siap melaksanakan pesta demokrasi ini,” kata Ganjar di Gubernuran, Kamis (25/11/2020).

Menurutnya, dalam pertemuan itu, dibahas secara khusus rencana-rencana darurat dalam menghadapi pandemi dan bencana alam, termasuk salah satunya adalah naiknya level Gunung Merapi. Bagaimana mekanisme dan strategi yang diambil, jika kondisi darurat itu terjadi saat pelaksanaan pemungutan suara nanti.

“Ada beberapa skenario kontijensi yang sekarang harus disiapkan, baik soal bencana, covid-19 dan lainnya. Ada beberapa catatan tadi yang disampaikan, dan harus segera dicarikan solusi, termasuk bagaimana mengantisipasi kerumunan dan lainnya,” ucapnya.

Ganjar mencontohkan, dalam rapat terungkap bahwa ada beberapa petugas KPPS yang menolak dirapid tes. Ganjar mengusulkan ada mekanisme penggantian dan meminta penelenggara berkomunikasi dengan pusat.

“Kalau mengganti kan tidak mudah, maka diharapkan ada PKPU yang memberikan kewenangan dalam kondisi darurat, penyelenggara di daerah cepat bisa mengganti. Termasuk persoalan KTP elektronik, kita minta Disdukcapil segera membereskan,” jelasnya.

Selain itu, ada dua daerah di Jateng yang menyelenggarakan Pilkada, dalam bayang-bayang ancaman bencana letusan Gunung Merapi, yakni Klaten dan Boyolali. Dalam rapat sudah disepakati, bahwa KPU memiliki rencana memindahkan TPS ke tempat-tempat pengungsian.

“Termasuk saya minta KPU menyiapkan skenario kepada pasien Covid-19 yang isolasi baik di rumah sakit, tempat karantina maupun isolasi mandiri di rumah. Tadi sudah dicatat semuanya, insyaalah semuanya siap,” tegasnya.(sup)

 

About dwidjo -

Check Also

KBB Kalteng Terus Bergerak dan Lanjutkan

* Kepada Korban Banjir Kalsel* Palangka Raya, Koranpelita.com. Ketua Dewan Pembina Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *