Potensi Lahan Food Estate di Kalimantan Tengah Capai 164.598 Ha

Jakarta,Koranpelita.com

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan potensi lahan pengembangan food estate di Kalimantan Tengah mencapai 164.598 ha terdiri atas lahan fungsional atau intensifikasi 85.456 ha dan lahan sisa fungsional atau ekstensifikasi 79.142 ha.

“Lahan yang produktivitasnya saat ini di bawah 4 ton GKP per hektare diharapkan bisa ditingkatkan menjadi 6 ton per hektare,” ujarnya dalam diskusi bertemakan “Food Estate Perkuat Cadangan Pangan Nasional” yang diselenggarakan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan), di Jakarta kemarin.

Pada 2020, tambahnya, pemerintah menetapkan menggarap lahan seluas 30.000 ha dan tersebar di Kabupaten Kapuas seluas 20.000 ha dan Kabupaten Pulang Pisau 10.000 ha. “Di lahan tersebut, pemerintah melakukan intensifikasi pada lahan-lahan yang selama ini berupa semak belukar,” katanya

Edhy uga mengungkapkan,  sejumlah upaya untuk meningkatkan produksi pertanian termasuk di food estate yakni ketersediaan air, benih berkualitas, dan pupuk yang tepat.

“Kemudian, kita melakukan kegiatan pompanisasi dan pipanisasi, serta pengadaan alsintan, dan memfasilitasi petani agar bisa membawa hasil panennya untuk dijual,” ujarnya.

Kementan, lanjutnya, juga berupaya mengubah cara bertani tradisional ke modern dengan teknologi yang sudah ada. Dengan begitu, diharapkan produktivitas bisa meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami sudah siapkan alsintan traktor roda 2 dan 4 untuk mengolah lahan. Kegiatan penanaman telah disiapkan mesin transplanter. Kemudian ada combine harvester untuk membantu petani saat panen, termasuk memberi bantuan RMU dan dryer,” katanya

Sarwo Edhy, mengatakan ada sejumlah kunci untuk meningkatkan produksi pertanian termasuk di Food Estate. Kunci dari budidaya pada program food estate adalah ketersediaan air, benih berkualitas, dan pupuk yang tepat.

“Kemudian kita melakukan kegiatan pompanisasi dan pipanisasi, serta pengadaan alsintan, dan memfasilitasi petani agar bisa membawa hasil panennya untuk dijual,” ujarnya.

Sarwo mendorong  petani tidak lagi menjual gabah, tetapi digiling dahulu dan diproses menjadi beras dengan packaging yang menarik. “Inilah cara untuk menaikkan pendapatan petani,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) Institute Dwi Asmono menambahkan dalam pengembangan lumbung pangan harus mulai menyiapkan bibit, pemasaran, pabrik harus dibangun, dan semua harus dirancang dengan benar.

Dari sisi on farm, tambahnya, faktor penentu produksi adalah dengan melakukan pemilihan bibit unggul, pengelolaan tanah yang baik, pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, serta pengairan yang baik.

“Kemudian, dari sisi off farm adalah bagaimana kita harus memperhatikan pascapanen serta pemasaran hasil. Jika berhasil, hal ini akan menjadi pengungkit untuk yang lain,” jelasnya.

Dwi menambahkan Peragi berkomitmen untuk mendampingi kebijakan food estate dengan melakukan penelitian berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengatakan program food estate merupakan suatu keniscayaan yang harus di bangun dari sekarang, apalagi, setiap tahun jumlah penduduk Indonesia meningkat 1,3 persen.

Untuk itu, pihaknya mendorong peran BUMN dan BUMD mendukung kelancaran program food estate agar berjalan dengan baik, karena program lumbung pangan ini memerlukan kelengkapan sarana dan prasarana yang baik. “Kelengkapan on farm harus tersedia mulai dari benih, pupuk, pestisida, dan traktor roda 4. Selain itu, dukungan dari teknologi modern sudah harus diterapkan,” jelasnya.(Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Jakarta, Koranpelita.com PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas ekspansi bisnis dengan menyasar ekosistem …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca