Tinggal dua pekan lagi, turnamen Sahabat Ngopi seri II digelar. Berlangsung tanggal 17-18 Oktober 2020 nanti, turnamen diselenggarakan untuk memeriahkan HUT Kulon Progo ke-69.
Peserta masih banyak yang ingin mendaftar, tapi panitia yang berasal dari Komunitas Sahabat Ngopi, memang sengaja membatasinya. Hanya 32 pasangan, agar tidak terlalu riuh. Itupun sudah dibuat sedemikian rupa agar tidak ada kerumunan.
Seperti saat menggelar Sahabat Ngopi Cup seri pertama Agustus 2020 lalu, panitia menerpakan protokol Kesehatan yang sangat ketat. Yang boleh berada di lapangan hanya para pemain dan panitia, tidak ada penonton, apalagi supporter. “Penontonnya ya hanya panitia dan peserta,” kata Heri Rudi Atomoko, panitia turnamen yang sangat serius menerapkan protokol kesehatan.
Selain antusiasme peserta yang ingin ikut badminton, para pemilik produk juga melirik turnamen ini. Dukungan dalam bentuk lain juga banyak. Semua pihak yang bergotong-royong menyokong pendanaan. Tidak hanya pengusaha kelahiran Kulon Progo, bahkan yang dari luar Kulon Progo juga ikut bergotong-royong, nyengkuyung pendanaan.
“Salah satunya dari Pak Eko, pemilik Kopi Nglotok Menoreh. Meski bukan asli Kulon Progo, tapi kepeduliannya cukup besar. Termasuk ikut memajukan Kulon Progo lewat agenda wisata dan kuliner khas Kulon Progo lewat Kopi Klotok Menoreh,” kata Sutrisno Yulianto, salah seorang penggagas Sahabat Ngopi.
Lewat turnamen kecil-kecilan ini, tambah Mas Tris, Sahabat Ngopi berusaha membangun perekonomian di lingkup komunitas. Meski serba terbatas, tapi sudah ikut memberi gairah baru. “Ini akan kita lakukan terus, meski tetap menaati protokol kesehatan, karena itu juga sangat penting,” tuturnya.
Semua, menburut Mbah Yatno Alimonsa, digarap secara gotong-royong. Karena sifatnya silaturahmi meski disebut turnamen, semua bergotong-royong. “Ini semacam kegiatan pemanasan, serba terbatas, ketat, dan penuh aturan yang disesuaikan dengan protokol Kesehatan. Jadi bukan event yang besar-besaran. Pendukungnya juga konco-konco yang secara gotong-royong menyokong pendanaan,” tambahnya.
Dukungan, misalnya saja datang dari Batik Sembung. Ini adalah produsen batik di Kulon Progo yang memiliki nama besar. Bantuan diberikan, karena tahu bahwa event seperti ini, bisa menjadi awal dari event-event lain yang lebih besar, setelah pandemi Covid 19 berakhir.
“Selain Batik Sembung, ada juga Baja Multi Kreasi atau BMK yang ikut menyumbang. Ya kita terima kasih karena masih banyak konco-konco yang gumregah ikut mendukung. Dukungan lain, tentu saja datang dari sponsor rutin. Ada Sedulur NKS, Deltaplotter, Sain, Kabarno dan KPDJ,” tutur Mbah Ali.
Turnamen badminton yang diberi judul Dokter Hasto Cup 2020 ini, memang menggugah kebersamaan warga Kulon Progo di Jabodetabek. Antusiasme sudah terlihta sejak acara ini belum resmi diluncurkan, sebab, sudah banyak yang bertanya dan tertarik untuk ikut bertanding.
Sambutan warga Kulon Progo yang begitu besar, adalah lanjutan dari antusiasme gelaran turnamen Sahabat Ngopi seri pertama yang digelar dalam momentum Agustusan. Saat itu, pesertanya membludag sampai harus ada yang tidak bisa ikut, karena memang harus dibatasi.
Menurut Iwan Codet yang sudah sangat sibuk penyelenggaraan turnamen Sahabat Ngopi seri pertama, mengakui bahwa sambutan warga Kulon Progo begitu besar. Pada kesempatan sekarang pun kalau pembukaan pendaftaran terus dibuka, bisa sangat banyak yang ikut.
“Kita batasi hanya 32 pasangan supaya aturan protokol Kesehatan benar-benar bisa dilaksanakan. Pengalaman turnamen Agustus lalu, bisa menjadi panduan untuk kegiatan kali ini. Saat itu, peserta juga kisaran 32 pasang, jadi tidak terlalu repot menjalankan aturan jaga jarak,” ungkapnya.
Apalagi, tambah Iwan, panitia sudah membuat jadwal yang ketat agar tidak terjadi penumpukan orang. Penontonnya juga dibatasi. “Agustus kemarin kita sukses meminta peserta turnamen tidak membawa supporter, jadi yang nonton hanya panitia saja,” kata Iwan yang rela tidak ikut berlaga karena mengatur seluruh jalannya pertandingan.
Peserta kali ini, menurut Heri Rudi Atmoko, yang juga penggagas Sahabat Ngopi, agak berbeda. Tidak seperti pada Agustusan lalu yang pesertanya campuran antara yang pinter main sama yang pemula.
“Kali ini, benar-benar yang bisa main. Malah sudah ada yang kelasnya profesional atau ikut klub bulutangkis di tingkat nasional. Jadi dipastikan pertandingannya akan berjalan dengan sangat seru. Sayangnya, kita memang tidak bisa mengundang penonton, tapi jangan takut. Kita sudah siapkan teknologinya. Yang di rumah juga masih bisa ikut nonton lewat streaming, karena kita akan siarkan secara live,” tuturnya.(pitu)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia