10 Juta Anak Tanamkan Kebiasaan Melalui “Program Sekolah dan Pesantren Sehat”

Jakarta,Koranpelita.co

PT Unilever Indonesia, melalui Unilever Indonesia Foundation kembali hadirkan “Program Sekolah dan Pesantren Sehat”. igagas sebagai program yang terintegrasi dari beberapa pembiasaan sejak 2016, tahun ini telah mencapai misi untuk menjangkau 10 juta anak di 41.847 sekolah dan pesantren di berbagai wilayah Indonesia.

Beragam program pelatihan bagi guru dan murid serta fasilitas diberikan untuk terus menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak-anak sejak dini di lingkungan pendidikan, yang urgensinya kian terasa di tengah pandemi COVID-19.

“Sebagai perwujudan salah satu pilar penting Unilever Sustainable Living Plan (USLP) yang dicanangkan di tahun 2010, ‘Program Sekolah dan Pesantren Sehat’ menjadi bagian dari kesuksesan USLP meningkatkan kesehatan dan kebersihan 1,3 miliar orang di seluruh dunia di tahun 2020–melebihi target awal 1 miliar orang. Di masa pandemi program ini makin relevan sebagai upaya melindungi kesehatan anak, mempersiapkan mereka menghadapi era adaptasi kebiasaan baru, sekaligus menekan penularan COVID-19,” ujar Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia dalam konferensi pers virtual “Program Sekolah dan Pesantren Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”, Kamis (24/6/2020).

Mereka didorong untuk membina dan mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pesantren Sehat menuju better hygiene, better nutrition, dan better environment.

Para dokter kecil, duta santri juga diikutsertakan sehingga dapat menyebarluaskan edukasi pada teman-temannya. Selain mereka, orangtua juga dirangkul agar anak-anak mendapat support system yang lengkap untuk mendampingi mereka di era adaptasi kebiasaan baru. “Kami didukung teman-teman LSM lokal untuk menjangkau pemangku kepentingan, terutama pada pimpinan dan guru di sekolah, juga pesantren melalui trainning of trainer (ToT). Mereka didorong untuk membina usaha kesehatan sekolah (UKS) guna mencapai better hyiegene, better nutrition dan better environment,” jelasnya.

Kasubdit Potensi Sumber Daya Promosi Kesehatan, Direktorat Promkes, Kementerian Kesehatan, Bambang Purwanto Cadrana mengatakan, kolaborasi itu sebenarnya menjadi bagian strategi Kemenkes dalam mempromosikan kesehatan di sekolah. Salah satu tujuannya, agar warga sekolah tahu, mau dan mampu menerapkan PHBS.

“Strategi promosi kesehatan sekolah ada tiga. Pertama, mengadvokasi. Jadi nanti teman-teman di puskesmas, dinas kesehatan mengadvokasi ke stakeholder, komite sekolah. Kedua, bermitra. Kami berterima kasih pada Unilever Foundation sudah bermitra. Lalu pemberdayaan masyarakatnya supaya PHBS di sekolah itu langgeng,” ujarnya.

Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengatakan, beradaptasi dengan kondisi dimana masih banyak sekolah melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), pelaksanaan program juga bertransformasi menjadi PJJ. Program ini merupakan kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan Kementerian Agama RI, sejalan dengan semangat #MariBerbagiPeran yang diusung Unilever Indonesia.

Sementara itu,  pakar kesehatan anak dr. Mesty Ariotedjo menyambut positif kolaborasi tiga kementerian bersama pihak swasta dan LSM dalam mendukung kesehatan anak di sekolah sekaligus menekan laju penularan COVID-19 pada anak.

“Ini tanggung jawab bersama bukan hanya tanggung jawab pemerintah, sekolah tetapi juga orangtua dan seluruh masyarakat. Karena untuk menekan pandemi ini membutuhkan kerja sama semua orang untuk menjaga kedisiplinan dalam protokol kesehatan,”ujarnya. (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Kepala Perpusnas Kukuhkan Bunda Baca  Maluku Utara

Jakarta,Koranpelita.com Kehadiran Bunda Baca di tengah masyarakat Maluku Utara diharapkan dapat menjadi panutan dan inspirasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *