4,5 Juta Kontrak Perusahaan Pembiayaan Direstrukturisasi Secara Nasional

  • Semarang,Koranpelita.com

Kurang lebih 4,5 juta kontrak perusahaan pembiayaan telah direstrukturisasi secara nasional dengan outstanding Rp 166,94 triliun per 8 September 2020. Sementara di Jateng sebanyak Rp 13,90 triliun dengan total debitur perusahaan pembiayaan direstrukrurisasi sebanyak 425, 266 akun.

” OJK akan terus mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional dan mengoptimalkan implementasinya dengan secara aktif melakukan monitoring dan koordinasi. Sinergitas kebijakan stimulus yang dikeluarkan ini dalam berbagai bentuk mulai dari bantuan sosial, restrukturisasi, penempatan dana, subsidi bunga hingga penjaminan kredit,” ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santosa bersama dengan kunjungan kerja Komisi XI yang dipimpin Dito Ganindito di Semarang, Jumat (29/9/2020)

Menurutnya, selain melakukan restrukturisasi OJK juga siap mendorong industri jasa keuangan untuk menyalurkan ke sektor unggulan di Jateng, dengan daya tingkat tinggi untuk perekonomian seperti perdagangan, pertanian dan konstruksi.

Sementara untuk restrukturisasi secara nasional terhadap perbankan totalnya mencapai Rp 863, 6 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 7,19 juta per 24 Agustus. Namun di Jateng mencapai Rp 58,34 triliun dengan debitur yang direstrukturisasi sebanyak 1,1 juta akun per 2 September 2020.

” Jadi program penempatan dana juga didorong supaya perbankan bisa mengoptimalkan penyaluran kredit dari penempatan pemerintah.Subsidi bunga dari penerintah kepada UMKM secara nasional dari data Kemenkeu per 2 September telah mencapai Rp 2,55 triliun, tetapi di Jateng per 15 September total mencapai Rp 240,94 miliar dengan 1.046.717 debitur,”kata Wimboh.

Sementara itu, Kepala perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Soekowardojo menambahkan, dalam upaya PEN hingga kini BI juga telah melakukan pembelian surat berharga negara (SBN) dalam jumlah yang cukup besar. Di Jateng BI jug terus meningkatkan kapasitas UMKM meski dalam kondisi pandemi. Namun melalui KERIS Jateng, BI juga membantu dalam mencari investor untuk mau berinvestasi di Jateng.

” Oleh karena itu, sektor di Jateng yang masih bisa diungkut sebagian besar berdasarkan data BPS Jateng banyak terkait makanan,” katanya.

Kepala Ditjen Perbendaharaan Jateng Sulaimansyah mengatakan, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional Provinsi Jateng merealisasikan belanja bagi kelompok sosial, kesehatan dan ekonomi.

Untuk kelompok ekonomi sejumlah program sudah direalisasikan deperti padat karya pada satker kementerian/ lembaga dibJateng, selanjutnya bantuan bagi pelaku usaha mikro (BPUM) dan subsidi bunga UMKM non KUR. Program tambagan subsidi bunga bagi debitor KUR hingga 14 September telah berhasil disalurkan sebesar Rp 242,82 miliar kepada 1.035.317 debitur.

” Penyaluran tambahan subsidi bunga KUR di Jateng ini, menduduki urutan pertama secara nasional,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk penempatan uang negara di Ban Jateng senilai Rp 2 triliun hibgga 12 September 2020 telah disalurkan sebesar Rp 1, 635 triliun. Selain Bank Jateng, pemerintah juga menempatkan dana pada Bank Himbara yang mana ekspansi kreditnya hingga 31 Agustus 2020 di Jateng realisasinya cukup besar.

Bank BRI misalnya, dari target Rp 19,63 triliun telah terealisasi sebesar Rp 6,30 triliun. Bank BTN telah melampaui target yaitu dari Rp 46,76 miliar telah terealisasi sebesar Rp 50,47 miliar. Sedangkan BNI dari target Rp 2,11 triliun telah terealisasi sebesar Rp 1, 18 triliun.(sup)

About dwidjo -

Check Also

Kemenparekraf Hibahkan Rp3,3 Triliun  Dukung Industri Pariwisata Indonesia

Jakarta,Koranpelita.com Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mulai menjalankan Program Dana Hibah Pariwisata dalam rangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *