Banjarmasin, Koranpelita.com
Memaknai momentum Tahun Baru Islam yang jatuh pada 1 Huharram 1442 Hijriyah, tak lain adalah upaya untuk melakukan instopeksi diri, baik menyangkut prilaku pribadi maupun didalam membuat dan memimpin sebuah misi kinerja dan perkerjaan. Artinya jika pada Tahun sebelumnya misi dalam bekerja atau berjuang masih gagal dan terdapat kendala, maka perlu renungan atau strategi baru untuk hijrah didalam tahun 1442 Hijriyah kali ini.
Seperti diungkap Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi, Kamis (20/8/2020), menurutnya filosofi hijrah yang artinya “berpindah”, semisal apakah hal itu negatif menuju upaya positif, kecil menjadi besar atau satu tempat ketempat yang baru agar menemukan dan memperoleh yang yang lebih baik dan positif dari sebelumnya.
Begitu pula terkait penanganan Covid-19 yang selama ini berlangsung, maka pemerintah dan DPRD wajib menjadikan Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah ini sebagai momentum untuk mengevaluasi kineria selama ini.
” Apakah selama ini sudah tepat atau masih ada kendala, maka tahun Tahun Islam kali ini bisa dijadikan momentum guna perbaikan,” kata Firman Yusi.
Politisi PKS ini, menyebutkan, masalah pandemi corona yang sudah berjalan lebih lima bulan dan sulit diprediksi menjadi atensi serius yang harus bisa dituntaskan bersama, dan apa saja yang sudah dikerjakan dan seperti apa hasilnya. ” Jika belum lantas harus dievaluasi dan jangan sampai mengendorkan disiplin yang sudah ditentukan,” kata dia.
” Mudah-mudahan momentum Hijriyah kali ini bukan saja menjadi momentum pemerintah untuk mengatur strategi, tapi juga semua masyarakat harus mengevaluasi diri,” pungkas anggota komisi membidangi, kesehatan, pendidikan dan kesra itu. (Ipik)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia