Home / News / Inisiator dan Pengusul RUU HIP Harus Berani Mundur dari DPR 

Inisiator dan Pengusul RUU HIP Harus Berani Mundur dari DPR 

Pers release :

Jakarta, Koranpelita.com

Inisiator dan Pengusul RUU HIP (Rancangan Undang Undang Haluan Idiologi Pancasila) harus gentelmen berani mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI.

“Sesuai pengakuan dan keterangan Pemerintah RI bahwa RUU HIP yang jadi polemik itu adalah Inisiatif dan Usulan dari Dewan Perwakilan Rakyat RI kepada Pemerintah. Saya anggap inisiatif dan pengusul RUU HIP itu adalah pengkhianat, telah menyakiti hati rakyat dan tidak menghornati para pendiri bangsa. Oleh karena itu kami mendesak mereka, saudara saudari yang terhormat untuk mundur sebagai anggota DPR RI,” ujar H.M.Ismail, SH, MH, Pendiri Ormas GERBANG AMAR (Gerakan Kebangsaan Adil Makmur) kepada pers usai memimpin pertemuan dengan tokoh tokoh ex Pemuda Pemudi Jepang “Alumni Nakasone Program” Jum’at malam (19/6/2020) di Jakarta.

Menurut Ismail Ideologi Pancasila sampai saat ini tidak ada masalah, tidak dalam keadaan darurat. Begitu juga kondisi Negara RI tidak dalam keadaan darurat. Kenapa harus diutak atik lagi. Dalam catatan sejarah yang ada adalah keberadaan Pancasila sempat terancam sejak tahun 1948 sampai tahun 1965 karena adanya pembrontakan yang dilakukan gerombolan kafir komunis yang menamakan dirinya PKI (Partai Komunis Indonesia). Oleh karena itu kenapa Pancasila kebanggaan kita harus dikutak katik lagi keberadaannya. Harus diakui bahwa selama ini Pancasila telah mempersatukan jiwa dan raga seluruh rakyat Indonesia.

“Banyak yang harus dilakukan dan diharapkan rakyat dari DPR RI yang berusia setahun ini malah dilupakan. Tapi tiba tiba saja malah melahirkan idea yang melukai hati rakyat. Oleh karena itu akan sangat terhormat jika mereka segera mundur dari DPR RI , ” tagas Ismail serius.

Dari pengamatan H.M.Ismail yang juga Ketua Tim Advokasi Majelis Dzikir Rhuha Al Habsyi Indonesia adalah bahwa Kesatuan dan Persatuan Umat beragama di NKRI seringkali terganggu dengan adanya pernyataan dan ujaran ujaran kebencian dari kafir kafir komunis. Seharusnya DPR RI sebagai lembaga legislatif bisa mendengar, membaca dan berupaya untuk mencegah timbulnya gangguan gangguan dari kafir kafir komunis itu.

Disisi lain dia juga sebutkan yang harus jadi perhatian adalah sejak dua tahun belakangan ini Rakyat Indonesia pelan pelan akan dilanda kemiskinan. Daya beli masyarakat terus menurun. Menteri Keuangan RI juga kerap kali pernyataannya menunjukan pihak pemerintah grogy dan bingung hadapi situasi ekonomi rakyat yang terus turun. Meskipun menurunnya kondisi ekonomi negara ahirnya dikait kaitkan adanya pandemi virus China . Sejarah mencatat bahwa kemiskinan melanda suatu negeri adalah harapan dan strategi kafir komunis akan kuasai tatanan negara bersangkutan. (D)

 

About dwidjo -

Check Also

MPR RI dan Apkasi Tandatangani MoU Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Jakarta, Koranpelita.com Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyambut hangat penandatanganan MoU antara MPR RI dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *