Mahasiswa Terima Paket Sembako dari Gubernur

Palangka Raya, Koranpelita.com.

Relawan Muda Sugianto Sabran cegah Covid-19 dan Gerakan Millenial Agustiar Sabran Lawan Covid-19, terus bergerak. Setelah melakukan pendataan penerima bantuan paket sembako, kini tim mulai mendistribuskan bantuan. Bantuan sebanyak 3.000 paket sembako disalurkan untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palangka Raya.

Anggota DPR-RI daerah pemilihan Kalteng Agustiar Sabran mengungkapkan, total bantuan yang disalurkan mencapai 100 ribu paket. Memang jumlahnya masih terbatas, karena menyesuaikan anggaran yang dimiliki. Bantuan berasal dari dana pribadi Gubernur Sugianto Sabran dan dirinya sendiri selaku legislator di Senayan. Dana dari Gubernur mencapai Rp9 miliar lebih. Itu bantuan pribadi yang diambil dari biaya rumah tangga, gaji dan honorarium sebagai Gubernur selama lima tahun.

“Kalau dari saya dana yang terkumpul Rp4 miliar. Itu dari gaji dan tunjangan anggota DPR-RI selama lima tahun,” ungkap Agustiar di sela penyerahan paket sembako secara simbolis di Universitas Palangka Raya, Rabu (22/4).

Dijelaskan Agustiar, bantuan 3.000 paket sembako disalurkan melalui perguruan tinggi. Nantinya didistribusikan kepada mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung, dan sudah didata relawan. Bantuan dititipkan melalui rektorat. Tercatat bantuan disalurkan ke UMP, Universitas Palangka Raya, Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya, Universitas Kristen, Poltekes, dan lainnya.

Bantuan untuk mahasiswa, jelas Agustiar, mulai didistribusikan hari ini. Jadi dipersilakam pihak rektorat langsung menyalurkan. Apa yang dilakukan dirinya bersama dengan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran merupakan gerakan kemanusian. Gerakan untuk membantu sesama yang sedang kesulitan. Tujuannya meringankan beban saudara sesama manusia yang terdampak covid-19.

“Kami tidak ada niat paker atau riya. Kami ingin membantu sesuai kemampuan. Ingin menggerakan pihak lain, agar bisa berbuat hal yang sama. Kita bergerak bersama membantu masyarakat,” tegas Agustiar.

Dikatakan, gerakan hati merupakan ungkapan terima kasih kepada masyarakat Kalteng. Tentu masyarakat yang berperan membantu dirinya bersama Gubernur untuk membangun Kalteng. Tidak ada salahnya, dana dari masyarakat yang diterima melalui gaji, honor, tunjangan dan lainnya, dikembalikan kepada masyarakat. Gaji yang didapatkan berasal dsri rakyat, tentu tidak salah kalau dikembalikan ke rakyat.

Ia memastikan, bantuan akan disebarkan ke seluruh kabupaten dan kota. Bahkan tim sudah bergerak menuju ke sejumlah desa. Bantuan disalurkan tidak hanya di perkotaan. Bahkan untuk kalangan masyarakat paling bawah8 di pedesaan. Semua ingin dibagikan merata, sesuai dengan ketersediaan paket sembako yang dimiliki. ( rag).

About dwidjo -

Check Also

Jateng Provinsi Terbaik Keterbukaan Informasi Publik

Semarang,Koranpelita.com Provinsi Jawa Tengah kembali mengukir prestasi dalam hal keterbukaan informasi publik. Mengungguli DKI Jakarta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *