Home / Profil / Kualitas Penduduk yang Maju, Agamis dan Berbudaya

Kualitas Penduduk yang Maju, Agamis dan Berbudaya

Oleh: Prof Dr Haryono Suyono, MA, PhD

Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo SPOG (K) awal Januari lalu meluncurkan logo baru guna merangsang arahan tujuan dan arah program KKB di masa mendatang. Program KB yang berhasil menciptakan budaya baru yang menempatkan banyak provinsi dan kabupaten memiliki penduduk tumbuh seimbang itu diharapkan di dorong logo baru diarahkan meningkatkan kualitas keluarga dan penduduk kualitas tinggi, usianya panjang, memiliki pendidikan dan ketrampilan memadai, mudah mencari serta memiliki pekerjaan yang menjamin hidup nyaman sehingga keluarganya hidup bahagia dan sejahtera. Setiap penduduk mampu melanjutkan pembangunan tanah airnya guna mengangga Indonesia yang maju, lahir dan batin, adil dan makmur sehingga masyarakatnya berkembang mandiri, maju serta menempati ranking tinggi di dunia.

Aparat BKKBN dan mitra kerjanya diharapkan menyesuaikan dengan suasana sasaran keluarga Indonesia yang memasuki Abad Milenial yang penuh anak muda yang cenderung menghargai budaya modern, serba cepat dan serba instan. Budaya tidak bertele-tele tetapi praktis dan sangat menghargai spontanitas yang diraih degan cepat. Tetapi kita harus ingat bahwa budaya itu tidak seluruhnya telah dianut oleh semua sasaran, ada saja sasaran yang masih banyak jumlahnya, akan mencoba bertahan pada tatanan lama dan perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh. Di samping itu banyak yang ingin mempertahankan tatanan lama yang dianggap baik untuk di lestarikan.

Salah satu adalah budaya kebersamaan antar generasi yang kadang ingin ditinggalkan oleh generasi Milenial tetapi oleh sebagian lain ingin tetap di pertahankan agar ada kelestarian nilai-nilai luhur bangsa melalui estafet antar generasi berkelanjutan. Unsur-undur itu perlu dipelihara dan tetap mendapat perhatian tanpa semata di tinggal lari karena mengejar sesuatu yang belum tentu menjamin akhir yang penuh kedamaian.

Salah satu usaha memelihara kelestarian antar generasi dipertontonkan dalam Acara Peringatan Hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang diselenggarakan oleh PWRI OPI ESDM bersama PWRI Pusat di Gedung Kementerian ESDM pada Hari Jum’at lalu. Acara yang dihadiri oleh Menteri ESDM Bapak Arifin Tasrif, Sekjen, Dirjen dan jajaran lainnya serta para pensiunan ESDM dan Kementerian lain berjumlah lebih 1000 undangan itu sungguh penuh makna.

Yang menarik dari Acara tersebut adalah usaha yang sungguh-sungguh dari Panitia yang dipimpin oleh Bapak Edy Hermantoro dan Bapak Susetyo Edi Wibowo bersama Tim Seni menyajikan Acara Hiburan yang merangsang persahabatan antar keluarga, antar umat beragama, dengan sajian sangat menarik dilakukan oleh empat generasi, anak-anak sampai bapak ibu berusia lanjut dengan nyanyian dan tarian modern tetapi berakar perkawinan budaya modern dan tradisional yang muncul secara bersama dalam harmoni indah dan menawan, sehingga sejak acara mulai sampai berakhir, hampir tidak ada satu undangan meninggalkan ruang pertemuan. Kualitas kebersamaan itu adalah bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan antar generasi penduduk dan keluarga di Indonesia yang melalui keindahan seni budaya mempersatukan antar generasi dalam kehidupan damai penuh keindahan.

Garapan musik modern sebagai pengiring tidak perlu harus meninggalkan budaya lokal karena terdapat alat musik tradisional mengiringi lagu modern dengan sangat harmonis. Begitu juga ada tarian balet modern yang disajikan oleh anak-anak harapan bangsa dengan sangat sempurna, gaya tangan, kaki, badan dan kemampuan saltonya yang mengagumkan memberi nuansa gaya lokal yang penuh pesona, sehingga dengan iringan musik yang gemuruh tetap membawa anak-anak itu mengikuti generasi “tuanya” secara santai, tidak kehilangan jejak, atau terburu-buru, mengejar “irama cepat” yang dibawakan pemain musik senior, semua berjalan secara harmonis dan sejuk.

Sajian seni budaya seperti ini barangkali perlu ikut memberi warna program yang dikembangkan sebagai kelanjutan keberhasilan Program KB yang ditawarkan untuk generasi Melinia agar tidak kehilangan sejak sebagai bangsa Indonesia sebagai juara dunia di tahun 1989 dengan penghargaan UN Population Awards, bukti pengakuan dunia dan awal pembangunan keluarga bahagia dan sejahtera. Semoga menghasilkan Indonesia yang maju, mandiri dan berbudaya. Amin ( Penulis, mantan Menko Kesra dan Taskin)

About dwidjo -

Check Also

Masker N95 Membran Selulosa Manfaatkan Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Tenaga Medis

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 10.111.687 dan kasus kematian yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *