Sampit, Koranpelita.com.
Muhammad Arsyad anggota DPRD Kabupaten Kotawarigin Timur ( Kotim) Provinsi Kalteng , dari Fraksi Partai Golkar , dalam talkshow di Hayat TV Sampit Senin ( 11/11) mengatakan, program pembangunan di Kotim terhadap ekonomi kerakyatan harus menjadi skala prioritas untuk menjawab kesulitan hidup rakyat dengan anjloknya harga rotan akibat pelarangan ekspor dan juga menurunnya harga karet akibat fluktuasi harga di pasaran dunia.
Menurutnya, sejatinya program ekonomi kerakyatan yang berbasis sumber daya yang tersedia jangan dikalahkan dengan jor-jorannya proyek multiyears yang menyedot banyak anggaran dan tidak ada korelasinya dengan kesejahteraan rakyat.Seperti memprioritaskan pariwisata di Kotim dengan menggelontorkan anggaran dari APBD yang besar adalah langkah spekulatif.Sebab Kota Sampit merupakan Kota jasa dan perdagangan dan salahsatu pintu gerbang provinsi Kalteng.Dan tidak ada potensi yang luar biasa untuk menjadikan Sampit dan Kotim sebagai daerah tujuan wisata.
Sementara itu ,Ir.HP Lumban Gaol anggota DPRD Kotim dari Fraksi Partai Demokrat mengatakan,terkait dengan banyaknya investor sawit di Kotim maka yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah pendekatan kesejahteraan untuk rakyatnya.Jadikan masyarakat sekitar sebagai pagar yang bersinergi dengan perusahaan perkebunan sawit karena kesejahteraan rakyat adalah skala prioritas yang harus dilakukan.
Tampil sebagai audiences dalam dialog parlementaria di stasiun TV lokal Sampit ini pelajar dari SMA Islam terpadu Arafah Sampit.( Ruslan AG).
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia