Merintis Bisnis Limbah Kerang di Kepulauan Seribu

PKM Kelompok UMKM  Kerajinan Tangan Unik Laut.

Kepulauan Seribu, Koranpelita.com

Siapa yang sangka, jika limbah yang oleh sebagian orang disebut sampah, dapat diubah menjadi sebuah berkah serta dapat mendatangkan pundi – pundi rupiah.

Limbah kerang dan biota dari habitat laut lainnya yang melimpah ruah di Kepulauan Seribu, yang semula hanya terhampar tak bertuan sebagai sampah laut, kini dapat diubah menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.

Kegiatan mengolah limbah kerang menjadi kerajinan ini dilakukan oleh ibu –ibu kelompok PKK Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, di bawah binaan ibu Purwani Puji Utami, S.E, M.Pd beserta tim dosen lainnya.K

Kegiatan yang dilaksanakan dari bulan Maret 2019 hingga Agustus 2019 ini mengangkat tema Kerajinan Tangan Unik Laut yang merupakan kelanjutan Pengabdian Pada Masyarakat yang diselenggaran oleh kampus STKIP Kusumanegara Program Studi PPKN pada tahun 2017.

Dimana masyarakat dalam hal ini diwakilkan oleh kelompok PKK, diberikan pelatihan bisnis kerajinan tangan unik laut, mulai dari perencanaan awal dalam membangun sebuah bisnis, pembuatan business plan, perhitungan ekonomi untung rugi, pelatihan pembuatan produk kerajinan tangan, sampai dengan pengemasan produk dan pemasaran.

Kegiatan yang dalam pelaksanaannya disponsori oleh LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui dana hibah ini, memiliki tujuan mengembangkan kemampuan dan meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir khususnya di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.

Mengingat daerah tersebut memiliki keterbatasan akses fasilitas maupun informasi dikarenakan letak wilayahnya yang dipisahkan oleh laut, sehingga tidak mudah untuk menjangkau wilayah tersebut.

Adapun tim dosen yang memberikan pelatihan dalam kegiatan tersebut merupakan tim dosen dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kusuma Negara Jakarta, yang diketuai oleh Purwani Puji Utami, S.E, M.Pd. dan beranggotakan empat orang dosen dari berbagai multidisiplin ilmu, yaitu Arbiana Putri, M.Si., Devita Cahyani Nugraheny, M.Pd, Desy Bangkit Arihati, M.Si, dan Niken Vioreza, M.Pd.

Sedangkan peserta kegiatan sebagian besar adalah ibu – ibu kelompok PKK dari Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, yang berjumlah dua puluh dua orang.

Materi keterampilan pembuatan produk kerajinan tangan yang diajarkan antara lain membuat bunga hias, bros, gantungan kunci, dan hiasan untuk rambut yang keseluruhannya berbahan dasar kerang.

Takhanya itu, peserta juga diajarkan bagaimana mengemas produk kerajinan dengan teknik packaging yang dapat meningkatkan nilai jual, serta teknik pemasaran baik secara offline (langsung) maupun secara online.

“Pelatihan kali ini lebih lengkap ya, selain diajarkan cara pembuatannya juga diajarkan cara pemasaran produknya, karena kalau pelatihan – pelatihan sebelumnya kebanyakan hanya diajarkan cara pembuatan kerajinannya saja, jadi kita agak bingung bagaimana menjualnya,” jelas Julyanti, salah satu peserta dari kelompok PKK Pulau Kelapa.

Kedepannya, diharapkan kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan, mengingat manfaat langsung yang dapat didulang tidak sedikit.

Selain dapat memanfaatan limbah di dalam pengelolaan lingkungan hidup, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kualitas masyarakat daerah binaan dan juga dapat mendorong promosi daerah binaan dengan sumber daya khas yang dimiliki. (Kim)

About dwidjo -

Check Also

Dewan Pakar Nasdem Rampungkan Enam Sesi Bahas UU Cipta Kerja

Jakarta, Koranpelita.com Riset dan inovasi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari kemajuan suatu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *