260 Prajurit Kodiklatal Gelar Binlat Menembak Pistol dan Senjata Laras Panjang

Surabaya,  Koranpelita. Com

Sebanyak 260 orang Prajurit strata Perwira, Bintara dan Tamtama  Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) kembali mengasah naluri tempurnya dengan latihan menembak senjata pistol dan senjata laras panjang  di lapangan tembak J.W Kaimana Kesatrian Bumimoro Surabaya. 

Hadir dalam latihan menembak tersebut pejabat utama Kodiklatal diantaranya Wadan Kodiklatal Wadan Kodiklatal Laksma TNI B. Ken Tri Basuki, M.Si., (Han),CHRMP, Dankodikopsla Laksma Laksma TNI Irwan Achmadi, M.Tr, (Han), Inspektur Kodiklatal Kolonel Laut (P) Agus Priyatna, S.T., M.M. dan Kepala Keuangan Wilayah (Kakuwil) Kolonel Laut (S) Gatot Sugiaharto, S.E

Komandan Pusat Latihan Pendidikan Dasar Militer (Danpuslatdiksarmil) Kolonel Marinir Agus Dwi Laksana P selaku penanggung jawab latihan mengatakan bahwa Latihan menembak ini merupakan salah satu agenda rutin dalam program kerja Pembinaan Latihan (Binlat) Triwulan (TW) ke-2 tahun 2019.

Dalam pelaksanaan Binlat ini seluruh prajurit Kodiklatal memiliki kewajiban dan hak yang sama dalam melaksanakan Binlat menembak.

Dalam satu triwulan, untuk prajurit strata perwira akan menembak pistol dengan menggunakan pistol jenis P2, FN dan jenis lainnya, sedangkan starta bintara dan tamtama akan mendapat porsi latihan rutin dengan menggunakan senjata laras panjang jenis SS-1 dan M.16 kaliber 5,56 mm.

Sebelum diadakan latihan menembak, teori standar penggunaan senjata, aturan, dan keselamatan dalam pelaksanaan latihan selalu disampaikan kepada para peserta latihan. Dalam latihan tersebut terdapat istilah teori Na-bi-re Ta-ta, yaitu Nafas, Bidik, Rilek, Tarikan Pertama, dan Tarikan Kedua.

Untuk peserta yang menembak pistol, Pamen melati tiga di pundak ini menyampaikan dalam tarikan kedua senjata sudah diarahkan dengan posisi pisir belakang dan depan sudah pada posisi jam enam pada mata sapi sasaran.

Adapun setiap petembak yang sudah berada di lajur tembak, diberi kesempatan untuk latihan kering selama 1 menit, tembakan percobaan 3 butir peluru selama 1 menit, tembakan Slow Fire 10 butir peluru selama 3 menit, dan tembakan Rapid Fire 10 butir peluru selama 3 menit pada jarak 25 meter.(ay)

About ahmad yani

Check Also

Kapolda Metro Jaya Launching Protokol Kesehatan Berbasis Ojol

Jakarta, koranpelita.com Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana melaunching penegak disiplin berbasis komunitas ojol dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *