Pembangunan Infrastruktur Berdampak Positif pada Kinerja Kabelindo

 

Jakarta, Koranpelita.com

Pada 2018 PT Kabelindo Murni Tbk (Kabelindo) berhasil membukukan penjualan konsolidasi sebesar Rp1.243,5 miliar atau naik Rp28,0 miliar dibandingkan dengan tahun 2017.

Laba kotor 2018 naik sebesar 14,66 persen yaitu dari Rp105,9 miliar menjadi Rp121,4 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak tahun 2018 mencapai Rp64,5 miliar, naik 44,81 persen dibandingkan tahun 2017 yang sebesar Rp44,5 miliar.

Sementara laba bersih sebesar Rp40,7 miliar, turun 7,55 persen dibandingkan laba bersih tahun 2017 yang mencapai Rp44,0 miliar. Hal ini disebabkan karena tahun 2017, pajak tangguhan sebanyak Rp11,8 miliar, sementara pada 2018 sebesar Rp7,0 miliar.

Hal tersebut dikatakan Presdir PT Kabelindo Murni Tbk, Elly Soepono, kepada pers usai Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta pada 3 Mei 2019.

Ia menambahkan, meskipun pertumbuhan ekonomi global masih melanda disertai masih adanya ketidakpastian di pasar keuangan, namun pertumbuhan bisnis kabel di Indonesia tetap menjanjikan.

Hal ini dapat dilihat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, dimana Pemerintah mengalokasikan sebesar Rp415,0 triliun untuk anggaran infrastruktur.

Fokus infrastruktur antara lain untuk pembangunan jalan, bandara, pelabuhan, energi, dan ketenagalistrikan, irigasi bendungan serta embung.

Sebagian dari anggaran untuk pembangunan infrastruktur tersebut tersebar dalam belanja Kementerian. Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencapai Rp108,2 triliun, sedangkan untuk anggaran Kementerian Perhubungan sebesar Rp38,1 triliun dan anggaran Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral sebesar Rp4,98 triliun.

Dari anggaran infrastruktur energi dan sumber daya mineral, sebagian akan digunakan untuk pembangunan jaringan transmisi, kapasitas gardu induk, kapasitas gardu distribusi, dan peningkatan rasio elektrifikasi.

Selanjutnya, pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah termasuk infrastruktur ketenagalistrikan, akan memberikan efek domino pada pembangunan proyek-proyek oleh pihak swasta. Semua ini akan memberikan dampak positif pada kinerja usaha Kabelindo tahun 2019 dan tahun-tahun berikutnya.

Menanggapi mengenai kerja sama Pemerintah Daerah Jawa Barat dengan International Copper Assosiiaslsian (ICA) yang segera akan mengaudit perangkat listrik setiap rumah penduduk di Jawa Barat, Petrus Nugroho salah satu Direktur perseroan mengatakan, hal itu telah terantisipasi dengan baik.

Untuk itu, Perseroan kini tengah persersiapkan tambahan investasi senilai Rp20 miliar guna memproduksi satu produk perangkat listrik yang terkait dengan proyek tersebut.

Tahun ini persoan mentargetkan akan mampu menjual senilai Rp1,7 triliun. Angka ini didasarkan pada penjualan sementer I tahun ini yang sudah melampaui Rp500 miliar. (iz)

About dwidjo -

Check Also

Indonesia Usulkan Kerjasama Penanggulangan Dampak Covid-19 di Wilayah ASEAN

Jakarta,Koranpelita.com Indonesia telah mengusulkan lima komitmen kerja sama tingkat regional dalam penanggulangan COVID-19 pada sektor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *