Diminati Bercocok Tanam di Langit

 

Pelatihan Urban Farming Makin Diminati Masyarakat Metropolitan

Jakarta, Koranpelita.com

Minat masyarakat Indonesia untuk menggali lebih dalam tentang urban farming kian meningkat. Konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan ini terus menyedot perhatian berbagai kalangan.

Bukan saja masyarakat perkotaan, namun kalangan akademisi sejumlah perguruan tinggi, para siswa SLTA dan elemen masyarakat lainnya kini berbondong-bondong mengikuiti setiap ada pelatihan urban farming.

Salah satunya pada acara Pelatihan Microgreen atau Urban Farming yang digelar Haryono Suyono Center (HSC). Acara yang berlangsung di Gedung Siti Padmirah Silver Colleg, Jl Pengadegan Barat No. 4, Jakarta pada Selasa, 23 April 2019 ini mendapat perhatian berbagai kalangan. Sejumlah peserta dari Alumni FISIP UNPAD dan Siswa-siswi SMK Al Ihsan Jakarta tampak antusias mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan dipandu langsung narasumber yang ahli dibidangnya. Salah satunya Drs Fajar Wiryono, yang bukan saja ahli dibidang urban farming dan tanaman organik namun juga sudah berlisensi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Urban farming adalah konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan hanya yang berbeda ada pada pelaku dan media tanamnya. Pertanian konvensional lebih berorientasi pada hasil produksi, sedangkan urban farming lebih pada karakter pelakunya yakni masyarakat urban.

Konsep ini dilatarbelakngi kondisi sempitnya lahan pertanian di perkotaan. Melalui konsep urban farming ini diharapkan bisa menjadi solusi permasalahan pangan di tanah air. Karena turunnya jumlah petani, urbanisasi, dan keterbatasan lahan hingga kini jadi masalah serius dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

Melalui pelatihan urban farming bisa turut membantu dalam upaya meningkatkan produksi pangan di Indonesia.

About dwidjo -

Check Also

Mengolah Limbah Organik sebagai Sumber Energi Terbarukan

Oleh : Manuel Yanwerico *Penulis, Mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Palangka Raya Pengertian limbah sendiri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *