Kongres Advokat Indonesia akan adakan Kongres ke-3

Kongres Advokat Indonesia (KAI ) merencanakan mengadakan kongres nasional ke-3. Agenda kongres satu diantaranya adalah memilih Presiden KAI baru karena masa jabatan Presiden KAI lama berakhir  pada tanggal 30 Mei 2019.

“Kita telah mengadakan  rapat pleno, akan  membahas dan memutuskan hal-hal yang terkait dengan kongres ketiga KAI, juga akan melakukan evaluasi terhadap beberapa hal yang beberapa waktu yang lalu sudah sempat menjadi konsumsi publik ,”kata Sekjen KAI ,Aprilia Supaliyanto ketika ditemui di kantor KAI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat,Selasa(9/4/2019).

Menurutnya , rapat ini adalah merupakan suatu tindakan konstitusional organisasi. Mekanisme seperti ini,  semua keputusan, kebijakan organisasi  wajib hukumnya diputuskan di dalam forum rapat pleno. “Kami laksanakan,  tidak ada masalah , kami mencoba untuk taat kepada konstitusi ,”ungkapnya.

Kongres KAI direncanakan sebelum tanggal 30 April 2019, sebelumnya  sempat direncanakan tanggal 30 Mei 2019 sesuai dengan tanggal kelahiran KAI . Tapi ternyata  tanggal 30 mei 2019 telah bulan puasa, sehingga dimajukan bulan april 2019.

 Sementara itu  Vice Presiden KAI, Umar Husein mengutarakan bahwa kongres KAI akan didakan di Surabaya. “Tidak ada dinamika di KAI,semua solid dan aman-aman saja. Semua satu suara adakan kongres di Surabaya. Aprilia juga panitia kongres Surabaya,”katanya dalam pesan WA yang diterima, Senin (8/4/2019).

 Aprilia menanggapi pernyataan Umar, menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam panitia kongres KAI Surbaya. “Umar Husin mungkin lagi bangun tidur dan belum sadar benar. Saya tidak dan bukan panitia kongres Surabaya,”tandasnya.

Selain itu soal pernyataan Umar yang  mengatakan di KAI sedang tidak ada dinamika, menurutnya sesuatu yang membingungkan,  “Oohh..berarti kawan saya itu dalam tiga bulan terakhir ini lagi cuti ke Eropa kayaknya sehingga tidak melihat kondisi organisasi yang di pimpinnya,”ucapnya.

Ditambahkannya, “ Lha wong  ” anak anaknya” lagi pada cakar-cakaran, lagi pada ” smackdown” kok bilang gak ada dinamika ki piye tho Umar? Jadi pemimpin tidak boleh hanya mengintip dari lubang kunci tentang kehidupan rakyatnya. Pemimpin harus tampil dan turun tangan ketika rakyatnya ada masalah, apalagi lagi pada berantem. Pemimpin itu adalah bapak dan orang tua bagi yang dipimpinnya. Pemimpin tidak boleh pura-pura tidak tahu dan malah hanya jadi penonton ketika ada rakyatnya ada masalah,”paparnya.

Sedang Arman Suparman menyikapi rencana Kongres berpendapat, “ Anggota baik dari dari Jakarta maupun daerah  lainnya menghendaki Sekjen Aprillia untuk maju sebagai kandidat Presiden KAI periode berikutnya”ucapnya.(dodi)

About Doddy koranpelita

Check Also

Survei Menilai Dampak Covid-19 Perempuan Pikul Beban Lebih Berat

Jakarta, Koranpelita.com Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia tidak hanya berdampak sektor kesehatan tapi juga sosio-ekonomi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *